Selasa, 06 November 2012

Puisi Cinta Chairil Anwar

Puisi Cinta Chairil anwar seperti senja di pelabuhan kecil, Sajak putih , dan masih banyak sekali yang lainnya. Sekilas info buat para gamer bisa kunjungi Gemscool untuk menikmati asiknya permainan online. Siapa yang gak tahu sama sosok yang sudah membuat begitu banyak karya - karya terutama di bidang puisi, ya minimal pernah dengar. Waktu yang sudah lalu saya pernah membahas tentang dimana dan kapan dia di lahirkan, pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang karya - karya beliau namun gak semua cuma sebagian saja.
Puisi cinta chairil anwar, di sini ada beberapa dan sobat tinggal pilih sajah mana yang menarik dan cocok buat sobat kasih sama sang kekasih atau bisa juga buat inpirasi kalo sobat suka merangkai kata - kata.
Chairil anwar dilahirkan di kota medan, sumatera utara pada 26 juli 1922, ia anak semata wayang dari pasangan suami istri Toeloes dan Saleha. Keduanya datang dari kabupaten lima puluh kota, sumatera barat. Jabatan terakhir ayahnya yakni sebagai bupati inderagiri, riau. Dia masih memiliki pertalian keluarga dengan sutan sjahrir, perdana menteri pertama indonesia.

Puisi Cinta Chairil Anwar

Puisi Cinta Chairil Anwar

SENJA DI PELABUHAN KECIL

buat Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut.

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai ke empat, sedu penghabisan bisa terdekap.

1946

SAJAK PUTIH

buat tunanganku Mirat

bersandar pada tari warna pelangi
kau depanku bertudung sutra senja
di hitam matamu kembang mawar dan melati
harum rambutmu mengalun bergelut senda

sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
meriak muka air kolam jiwa
dan dalam dadaku memerdu lagu
menarik menari seluruh aku

hidup dari hidupku, pintu terbuka
selama matamu bagiku menengadah
selama kau darah mengalir dari luka
antara kita Mati datang tidak membelah…

Buat miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,
dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di
alam ini!
Kucuplah aku terus, kucuplah
Dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku…

18 Januari 1944

TAMAN

Taman punya kita berdua
tak lebar luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya.
Bagi kau dan aku cukuplah
Taman kembangnya tak berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding permadani
halus lembut dipijak kaki.
Bagi kita bukan halangan.
Karena
dalam taman punya berdua
Kau kembang, aku kumbang
aku kumbang, kau kembang.
Kecil, penuh surya taman kita
tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia

Maret, 1943

Diatas adalah sebagian dari sekian banyak karya dari seorang Chiril anwar, sobat sudah tahu belum awal mula dia dikenal di dalam dunia sastra atau kalo kata orang sunda itu sabowor hiji. Pada tahun 1942 awal mula nama beliau di kenal , karean pada waktu itu tulisanya di muat pada salah satu majalah yang bernama Nisan. Pada waktu itu usia beliau masih muda sekitar 20 tahun, namun hasil karyanya hampir semua menuju atau membahas tentang kematian.
Nah itu sekilas tentang awal mula beliau di kenal, sekian dulu selamat merenungi pisi - puisi cinta chairil anwar semoga bermanfaat.Amin..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...