Rabu, 29 Agustus 2012

Jangan Anggap Remeh Bunyi Klakson



Jangan Anggap Remeh Bunyi Klakson
Bunyi klakson memang nggak enak, apalagi dibunyikan berkali-kali dari “tetangga” pengendara sebelah. Meski bunyinya seragam, tiiit…Nyatanya bunyi klakson yang dibunyikan itu terkadang bisa memicu emosi, meski sejatinya dibunyikan untuk mengingatkan bikers dari hal-hal kecil yang dilupakan.  Sadar nggak?
Jangan Anggap Remeh Bunyi Klakson
Tiiit…raungan klakson selintas memenuhi area telinga. Dalam hati, ah…nggak usah digubrisnanti juga hilang  sendiri. Namun, sekali lagi bunyi bising itu kembali bunyi. Tiiit…kali ini bunyinya lebih nyaring dan panjang. Sempat mau emosi juga, tapi seketika pengendara di samping langsung kasih kode kecil, bahwa tas saya terbuka” cerita Wa Heri,riders asal Bekasi, sekaligus pendiri Forum Peduli Keselamatan Jalan (FPKJ), kepada MotoDream.
“Terimakasih bro!” ucap Wa Heri kepada pengendara yang telah mengklaksonnya tadi.
Tentang membunyikan klakson, memang belum ada aturan yang pasti. Setiap bikers membunyikan intonasi klakson berbeda-beda. Namun, berdasarkan pengalaman yang diceritakan Wa Heri, membunyikan klakson sangat dianjurkan terutama pada situasi situasi tertentu seperti:
1.    Saat Hendak Overtaking (Menyalip)
Menyalip sudah menjadi pemandangan biasa di riding harian. Namun, tidak ada ruginya saat akan melakukan manuver, pengendara mengklakson terlebih dahulu kendaraan yang ada di depannya. “Mengingatkan kendaraan yang ada di depan kita, jauh lebih penting dari pada asal serobot saja, terutama kendaraan roda empat. Soalnya pengemudi di mobil atau truk dan sejenisnya biasanya kurang menyadari kalau di kanan atau kirinya ada pengendara motor yang mau menyalip. Bisa karena pengendara mobil tadi kurang konsentrasi, asik mendengarkan musik, ngobrol dengan teman disampingnya dan macam-macam lagi” terang Wa Heri.
2.    Mengingatkan Pengendara Nyeleneh Ber-HP ria
Ada-ada saja perilaku pengendara. Bagaimana tidak? Ber-HP ria seolah sudah menjadi lifestyle bagi pengendara motor. Apa memang tidak punya waktu lagi untuk sekedar merapat sebentar ke tempat aman untuk ber-HP ria? “Untuk yang satu ini, pengendara motor lain yang bijak dan mengerti pentingnya safety riding harus mengingatkan si pengendara motor yang ber-HP ria tersebut. Klakson saja beberapa saat, bahwa tindakannya itu tidak pantas dan membahayakan bukan hanya dirinya tetapi pengendara lain juga” gerah Wa Heri.
3.    Memastikan Pengendara Lain Tidak Melintas
Sering tentunya menemui Lampu Hijau yang sudah limit alias sebentar lagi akan Merah. Pada saat itu terutama pengendara yang terburu-buru, dalilnya tentu saja ingin cepat melintas dari pada menunggu lama si Lamer.“Kondisi ini cukup berbahaya terutama di perempatan atau pertigaan yang rame padat. Saya sendiri jika dalam kondisi itu dan kita yakin masih ada cukup waktu untuk melintas serta dirasa aman, ya segera melintas seraya membunyikan klakson agar tidak ada pengendara “terburu-buru” lainnya yang sama-sama hendak melintas juga.  Tapi jika memang ragu karena memang situasinya padat, lebih baik berhenti saja. Itu jauh lebih aman” jelas bikerspemilik Jupiter Z lansiran 2006 itu.
4.    Bunyikan Klakson di Perlintasan Sepi
Materi nomor tiga di atas juga berlaku diperlintasan yang cenderung sepi apalagi saat malam hari. “Intinya adalah untuk memastikan tidak ada ada obyek lain seperti orang menyeberang atau kendaraan lain yang melintas secara tiba-tiba. Penting juga untuk melepaskan pandangan sejauh mungkin untuk menyerap informasi setiap obyek bergerak yang ada di depan” sambung Wa Heri lagi.
5.    Bunyikan Klakson di Area Blind Spot
Pagi dan sore hari di kota besar seperti Jakarta tidak pernah sepi dari macet. Tumpukan kendaraan di kanan kiri jalan sudah jadi hal yang lumrah. Nah, bagi pengendara motor, pastikan saat akan melintasi blind spot di himpitan antara mobil-mobil untuk membunyikan klakson sesering mungkin. “Ini masalah yang kelihatannya remeh tapi bener lho penting banget. Saat kita ada diantara himpitan mobi-mobil. Pastikan sesering mungkin membunyikan klakson. Manfaatnya mengingatkan pengendara mobil atau motor lain bahwa kita akan melintas. Sehingga pengendara motor lain dari arah selah-selah mobil tidak langsung “masuk” memotong jalanan yang akan kita lewati” himbau Wa Heri.
Masih banyak tips-tips seputar keselamatan berkendara lainnya, baik secara umum maupun bahasan seputar klakson ini. Semoga bermanfaat dan dapat menyadarkan kita semua pentingnya berbagi jalan agar semua selamat sampai tujuan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...