Selasa, 03 Juli 2012

Kabar internet di seluruh dunia mati pada tanggal 9 Juli 2012

Desas-desus mengenai kabar internet di seluruh dunia mati pada tanggal 9 Juli 2012 ini diberitakan oleh beberapa situs-situs porta berita lokal termasuk juga oleh salah satu situs berita terkenal Telegraph yang menyatakan bahwa akan terjadi "Kiamat Internet" atau Internet Doomsday pada tanggal 9 Juli 2012 mendatang. Penghentian operasi internet secara massal di seluruh belahan dunia ini disinyalir akibat serangan virus ganas yang bernama DNSChanger yang diklaim dimiliki oleh sindikat Estonia atau Estonian Crime  yang terungkap setelah dilakukan penyelidikan oleh FBI (Federal Bureau of Investigation) November tahun lalu.

Virus tersebut pertama kali digunakan untuk tujuan penipuan seperti halnya physhing (wikipedia) dan juga iklan. Microsoft juga pernah memiliki program seperti ini untuk menaikan penjualan mereka, hanya saja berupa script dalam website atau blog yang melakukan auto-generate dan berlaku untuk IE6 (browser Internet Explorer 6) yang akan langsung merubah beberapa kata menjadi hyperlink iklan internet (sumber: webmasterworld) dan mendapatkan tentangan dari para webmaster yang kemudian merilis salah satu metatag script yang mencegah hal ini dengan menggunakan "content='true' name='MSSmartTagsPreventParsing'/>"

Efek dari DNSChanger memang sepertinya tak seberapa parah, pertama-tama komputer yang terinfeksi akan memiliki koneksi yang lambat dan hanya melumpuhkan program antivirus dari komputer yang terinfeksi, namun efek yang paling menakutkan adalah virus ini melakukan redirect server ke pihak yang melakukan penipuan ini sehingga semua informasi bisa langsung diketahui oleh pelaku.

DNSChanger saat ini telah menjadi momok yang menakutkan dikalangan pengguna internet karena diperkirakan hingga berita ini diturunkan DNSChanger telah menelan korban hingga 4 juta komputer di seluruh dunia. Mengapa bisa menyebabkan gangguan terhadap akses internet?. Hal tersebut dikarenakan DNSChanger memungkinkan untuk bisa mengubah pengaturan Domain Name Server (DNS) pada komputer pengguna. Semua akses korban akan dialihkan ke server web tertentu secara diam-diam.
DNSChanger - terbaru5.blogspot.com
Menurut data dari biro statistik di Amerika, saat ini telah terdapat 350,000 komputer yang terinfeksi, 20,000 diantaranya berada di Inggris dan 85,000 lainnya di Amerika. Tersebarnya berita ini pun ditanggapi dengan serius oleh Australia yang langsung memberikan peringatan kepada 10.000 pengguna internet di negara kangguru tersebut. Peringatan itu disebarkan melalui iklan internet di otoritas-otoritas setempat, Australian Communications and Media Authority (ACMA) seperti dikutip oleh Sydney Morning Herald. Meski peringatan ACMA adalah untuk Australia, diduga penyebab gangguan tersebut juga bisa dialami oleh pengguna internet lain di dunia termasuk Indonesia.

Saat ini biro penyelidikan Amerika Serikat (FBI) sudah menyita server yang dimaksud dan menyediakan solusi sementara. Sehingga, bisa dikatakan, korban DNSChanger tak akan terjebak ke situs berbahaya. Nah, rencananya, paling cepat pada 9 Juli 2012 FBI akan mematikan solusi sementara tersebut. Ini artinya, korban DNSChanger akan kehilangan akses ke server tersebut. 

ACMA bekerjasama dengan pemerintah Australia, membuat website beralamat dns-ok.gov.au yang bisa digunakan pengguna untuk melihat apakah komputernya telah menjadi korban DNSChanger. Meskipun anda tidak di Australia, namun situs dns-ok.gov.au milik pemerintah Australia ini tetap bisa digunakan untuk memeriksa kondisi komputer anda apakah komputer tersebut telah menjadi korban DNSChanger atau tidak.

Bruce Matthews, selakuk manajer divisi keamanan di ACMA mengatakan bahwa sejak November 2011, sebanyak 10 ribu pengguna internet Australia telah terinfeksi DNSChanger. Paul Ducklin, dari Sophos Australia menambahkan bahwa ada kemungkinan pengguna yang sudah tidak terinfeksi DNSChanger masih akan mengalami masalah karena pengaturan DNS-nya telah diubah oleh program jahat itu. 

"Meskipun program antivirus anda bisa menjamin komputer anda dalam kondisi yang normal, namun tetap ada kemungkinan efek samping dari program jahat atau virus tersebut masih tersisa," ucap Ducklin.

oleh: terbaru5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...