Monday, February 20, 2012

Iran hentikan ekspor minyak ke Uni Eropa 1 Juli mendatang

Kapal tanker pengangkut minyak
Iran hentikan ekspor minyak ke Uni Eropa ke Uni Eropa 1 Juli mendatang. Embargo minyak yang dilakukan oleh Uni Eropa terhadap Negeri Persia pimpinan Ahmadinejad itu disinyalir oleh banyak pihak malah justru bisa berdampak kurang baik bagi bisnis negara-negara Uni Eropa khususnya Inggris dan Perancis. Meski demikian Ali Reza Nikzad Rahbar, Juru bicara Kementerian Peminyakan Iran menyatakan, walaupun ada penghentian tapi Teheran akan akan mencari pasar minyak baru yang akan menerima minyak dari Iran. 

Sebelumnya, negara anggota Uni Eropa sepakat menghentikan impor minyak dari Iran mulai 1 Juli mendatang. Langkah itu dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Uni Eropa untuk bisa mencari sumber pengganti minyak yang biasanya disuplai dari Iran. 

Embargo minyak dari Uni Eropa itu, bertujuan untuk menghentikan pengayaan uranium untuk kepentingan hulu ledak nuklir oleh Iran. Sementara itu, Iran menyatakan, program nuklir mereka bertujuan damai, namun Badan Energi Atom Internasional, IAEA, menyebutkan, Iran melakukan uji coba yang relevan dengan pembuatan bahan peledak nuklir.

Sejumlah media Iran mengumumkan, Rabu lalu Iran telah menghentikan ekspor minyak ke Belanda, Yunani, Prancis, Portugal, Spanyol dan Italia. Sikap itu dilakukan sebagai balasan dari embargo minyak Uni Eropa. Sementara itu, embargo pembelian minyak Iran oleh Uni Eropa, disepakati dilakukan bertahap, agar negara anggota dapat mencari sumber alternatif. Uni Eropa saat ini membeli sekitar 20% ekspor minyak Iran, terutama Yunani, Spanyol dan Italia. 

Namun, Menteri Perminyakan Iran, Rostam Qasemi mengatakan, pengurangan ekspor ke Eropa tidak akan mempengaruhi bisnis minyak Iran. Sumber-sumber industri minyak Iran ke Eropa telah mengurangi pembelian minyak mentah dari negara itu. Tahun lalu Iran memasok lebih 700.000 barel per hari (BPH) ke Uni Eropa dan Turki. Namun awal awal tahun ini, pasokan minyak untuk dua negara itu turun menjadi 650.000 BPH.

Sementara itu, Total, Perusahaan minyak Prancis sudah menghentikan pembelian minyak mentah Iran dan begitu juga dengan Royal Dutch Shell, salah satu pembeli terbesar minyak Iran. Reuters memperkirakan, Tupras dari Turki adalah konsumen Eropa terbesar untuk minyak Iran di 2011, dengan pembelian 200.000 BPH, diikuti Total 100.000 BPH, Shell 100.000 BPH, Hellenic dari Yunani 80.000 PBH dan Cepsa Spanyol 70.000 BPH.

Tentu saja dengan menahan ekspor minyaknya ke Eropa, fakta bahwa perlahan-lahan tapi pasti harga minyak di negara-negara Eropa berangsur-angsur merangkak naik dan sangat memungkinkan terjadinya krisis yang cukup serius.


dari nasional.kontan.co.id ditulis kembali oleh terbaru5.blogspot.com

No comments:

Post a Comment