Selasa, 28 Februari 2012

Sebagian Besar Pemakai Sepatu High Heels Pernah Jatuh?

Kenyataannya memang demikian. Sebagian besar pemakai high heels pernah jatuh saat sedang berjalan menggunakan jenis alas kaki dengan sol belakang tinggi ini.

Walaupun alasan sebagian besar wanita menggunakan sepatu hak tinggi adalah agar nampak lebih sexi, kaki terlihat lebih panjang, lebih tinggi, feminin, dan berbagai alasan lainnya, namun diakui atau tidak, memakai high heels sebenarnya menjadi siksaan tersendiri bagi wanita.

Jatuh terkilir saat menggunakannya adalah salah satu siksaan lain penggunaan high heels, selain ancaman terkena radang sendi, juga pemendekan otot betis.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan sepatu MBT pada 1000 wanita pemakai sepatu tersebut, bertujuan mencari tahu hubungan memakai high heels dan kecelakaan yang rawan terjadi.

Hasilnya, ternyata 40% pernah jatuh, demikian seperti dikutip dari Telegraph. Bayangkan jika mereka terjatuh di tempat yang berbahaya seperti eskalator atau jalan raya. Resiko paling kecil cedera yang dialami adalah terkilir.

Belum lagi rasa malu yang dialami oleh wanita tersebut. Pasti sangat tidak menyenangkan bukan jika jatuh di muka umum?




Sudah sejak beberapa tahun belakangan para peneliti menyarankan wanita untuk tidak lagi menggunakan high heels sebagai alas kaki sehari-hari.

Atau jika Anda memang harus menggunakannya, pakai maksimal lima jam per hari.

Jika hanya untuk acara jalan-jalan, lebih sehat memakai sepatu atau sandal flat untuk mengurangi risiko jatuh dan kecelakaan.

[sidomi.com]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...