Thursday, April 28, 2011

Tren baru di Belanda, cewek-cewek hajar cowok-cowok

Penelitian terbaru di Belanda menyatakan bahwa cewek-cewek yang suka nongkrong di jalanan lebih agresif ketimbang cowok-cowoknya.

Jika  sebelumnya cowok-cowok yang ditakuti, sekarang cewek-ceweknya lebih disegani, karena lebih ganas. Di jalan atau di kendaraan umum, justru sekarang cewek-cewek ini yang senang memancing keributan.

Mereka biasanya sengaja memanjangkan kuku untuk  menyakiti korban-korbannya. Merekalah dan memancing dan mengajak ribut para  cowok. Buat mereka, berkelahi dan menghajar laki-laki  bisa menaikkan gengsi. Sebaliknya, buat laki-laki  dipukuli oleh perempuan, sangat menjatuhkan gengsi.

Yang berbeda, kalau laki-laki  preman sedang membuat keributan  di tempat umum, melampiaskan kemarahan dengan merusak  benda apa saja,  merusak fasilitas umum, mencorat-coret, dsb.

Sedangkan para cewek  kini melampiaskan kemarahan terhadap sesama manusia dengan menjambak, menonjok,  menendang, dst. Yang menggelikan, cewek-cewek   ini menganggap unjuk kesangaran mereka sebagai bentuk “emansipasi”. Jadi, seperti  mengejar “karier”, mereka melakukan tindak  kekerasan di jalan agar dianggap “setara” dengan cowok.

Sekarang, satu dari 100 cewek usia 12-17 tahun di Belanda, terlibat atau jadi tersangka tindak kejahatan dan kekerasan. Demikian hasil penelitian Departemen Kehakiman.

Rasa Hormat

Yang dicari cewek-cewek ini, selain “emansipasi” tadi, adalah “rasa hormat” dari sekeliling. Dengan bertindak  agresif, sangar, mereka merasa ditakuti, dihormati. Penyelesaiannya adalah dengan memberi mereka apa yang mereka cari: rasa hormat. Contohnya ya  cewek yang super galak, super agresif , dan hobi  cari ribut. Ia juga berusaha memperoleh rasa hormat dari teman-temannya dengan sebanyak mungkin berhubungan seks dengan cowok.

Menurut mereka, teman-temannya jadi menganggap dia hebat dan menghormatinya. Suatu hari, salah satu petugas konseling mengetahui  cewek ini ternyata hobi masak. Dia kemudian menugasinya menjadi koki di Pusat Bimbingan Konseling Remaja. Remaja-remaja di sana jadi menghormati cewek ini karena dia pinter masak dan bersedia masak buat semua remaja di sana. Akhirnya kelakuan si cewek tadi berubah, dari kelakuan negatif ke positif.


poskota

No comments:

Post a Comment