Ini adalah cerita soal jatuh cinta, ya, cinta anak remaja, tepatnya jatuh cinta pada anak SMP. Entahlah, apakah ini benar-benar rasa cinta atau hanya sekedar rasa simpati. Kejadiannya waktu dulu sekolah di SMK, dan yang saya taksir adalah seorang anak SMP. Meski masih duduk dibangku SMP, jangan anggap dia masih ingusan, karena secara postur tubuh maupun penampilan dia sudah nampak dewasa [dewasa disini bukan berarti kelihatan tua lho].
Meski memendam rasa suka, namun semua tak pernah berujung pada pernyataan rasa, karena memang saya tak pernah mengungkapkan perasaan saya pada dia. Waktu berlalu begitu saja, sampai saat saya lulus sekolah dan dia pun juga lulus. Dan akhirnya semua kehilangan komunikasi, karena setelah lulus saya akhirnya pindah kota...
Padahal, kepinginnya sih bisa mengungkapkan perasaan, karena memang penasaran saja. Jatuh cinta pada anak SMP, cerita cinta anak remaja yang kalau diingat-ingat semua sepertinya lucu hehe.. Apakah Anda juga punya pengalaman jatuh cinta pada anak SMP? :)
Showing posts with label Anak SMP. Show all posts
Showing posts with label Anak SMP. Show all posts
Monday, August 22, 2011
Monday, August 15, 2011
Anak SMP di Pencarian Google
Entah mengapa, keyword anak smp menjadi sasaran empuk bagi orang-orang yang kurang bertanggung jawab. Hal ini berdasarkan apa yang saya alami ketika mencoba mengetikan kata anak smp di google, dan yang muncul urutan paling atas adalah video-video yang sangat tidak layak konsumsi publik. Bukan hanya itu, hampir dihalaman satu isinya adalah hal-hal yang berbau pornografi.
Hal ini tentunya menimbulkan keprihatinan, jika saja anak-anak SMP yang ingin mencari informasi soal sekolah dengan kata kunci anak smp akan langsung dihadapkan dengan hal-hal yang tidak pantas seperti itu. Bukan tidak mungkin hal tersebut bisa memicu perlakuan negatif akibat pengaruh video/tulisan yang tidak pantas tersebut.
Semoga saja usaha dari kawan-kawan blogger yang dulu pernah menggerakkan SEO positif dengan keyword SMP/anak SMP bisa membuahkan hasil. Karena bagaimanapun juga kesan negatif ini sebisa mungkin dihapuskan.
Hal ini tentunya menimbulkan keprihatinan, jika saja anak-anak SMP yang ingin mencari informasi soal sekolah dengan kata kunci anak smp akan langsung dihadapkan dengan hal-hal yang tidak pantas seperti itu. Bukan tidak mungkin hal tersebut bisa memicu perlakuan negatif akibat pengaruh video/tulisan yang tidak pantas tersebut.
Semoga saja usaha dari kawan-kawan blogger yang dulu pernah menggerakkan SEO positif dengan keyword SMP/anak SMP bisa membuahkan hasil. Karena bagaimanapun juga kesan negatif ini sebisa mungkin dihapuskan.
Gaya Penampilan Anak SMP
Anak SMP sekarang sudah namapak dewasa secara penampilan, lain jika dibandingkan dengan anak SMP 10 tahun yang lalu misalnya, meskipun hanya sebagian kecil saja. Meskipun secara umuran sama, tapi penampilan bisa dibilang jauh berbeda.
Secara perkembangan memang jaman sekarang lebih maju, anak SMP jaman dulu jarang yang memakai HP, penampilan juga terkesan natural, pakaian juga tidak terlelu "seksi". Maaf, jangan asumsikan kata seksi disini sebagai sesuatu yang kurang pantas, hanya saja terkadang saya menyaksikan anak SMP yang gaya berpakaiannya sudah seperti orang dewasa. Terutama jika melihat sinetron/film di televisi.
Mungkin penilaian saya ini relatif, jangan sama ratakan antara daerah satu dengan yang lain, karena masing-masing wilayah punya tingkat perkembangan dan budaya yang berbeda. Tapi kalau melihat sinetron/film di TV, itu bisa menjadi sedikit cerminan gaya anak SMP jaman sekarang, entah itu hanya sekedar di sinetron/film, atau memang perkembangannya sudah menuju ke arah itu.
Semoga saja penilaian saya dan mugkin juga banyak orang lainnya itu keliru, karena memang yang kita harapkan bahwa anak SMP atau anak umuran sekolah lainnya bisa menjadi anak-anak yang mencerminkan seorang pelajar. Dimana penampilan dan gaya hidup mereka benar-benar masih seperti seorang pelajar, anak-anak yang lugu dan belum terkontaminasi budaya barat.
Secara perkembangan memang jaman sekarang lebih maju, anak SMP jaman dulu jarang yang memakai HP, penampilan juga terkesan natural, pakaian juga tidak terlelu "seksi". Maaf, jangan asumsikan kata seksi disini sebagai sesuatu yang kurang pantas, hanya saja terkadang saya menyaksikan anak SMP yang gaya berpakaiannya sudah seperti orang dewasa. Terutama jika melihat sinetron/film di televisi.
Mungkin penilaian saya ini relatif, jangan sama ratakan antara daerah satu dengan yang lain, karena masing-masing wilayah punya tingkat perkembangan dan budaya yang berbeda. Tapi kalau melihat sinetron/film di TV, itu bisa menjadi sedikit cerminan gaya anak SMP jaman sekarang, entah itu hanya sekedar di sinetron/film, atau memang perkembangannya sudah menuju ke arah itu.
Semoga saja penilaian saya dan mugkin juga banyak orang lainnya itu keliru, karena memang yang kita harapkan bahwa anak SMP atau anak umuran sekolah lainnya bisa menjadi anak-anak yang mencerminkan seorang pelajar. Dimana penampilan dan gaya hidup mereka benar-benar masih seperti seorang pelajar, anak-anak yang lugu dan belum terkontaminasi budaya barat.
Tuesday, April 19, 2011
Siswi SMP Mengaku Diperkosa Gurunya
Palembang - Seorang pelajar SMP Negeri di Palembang, sebut saja Bunga (15), bersama orangtuanya melaporkan guru olahraganya Geka, ke Siaga Ops Polda Sumsel, Palembang. Bunga mengaku diperkosa oleh gurunya itu.
Mereka melapor sekitar pukul 12.30 WIB, Selasa (19/4/2011). Menurut Bunga, peristiwa perkosaan itu terjadi pada awal Desember 2010 lalu.
Saat itu dia diajak sang guru mengambil peralatan olahraga di sebuah SMA swasta, yang letaknya sekitar 1 kilometer dari sekolahnya. Kebetulan sang guru selain mengajar di sekolahnya, juga mengajar di SMA tersebut.
Sesampainya di dalam gudang, Geka mengunci pintu dan memaksa Bunga melayani nafsu bejatnya. Bunga berusaha melawan, tapi tak berdaya karena kalah tenaga. Setelah puas, Bunga diancam untuk tidak menceritakan pada siapa pun. Karena ketakutan, Bunga memilih diam. Namun peristiwa ini kembali terulang pada awal Januari 2011, dan di tempat yang sama.
Orang tua Bunga merasa curiga melihat sikap anaknya yang selalu murung, padahal sebelumnya periang. Setelah didesak, Bunga mengaku jika sudah dinodai gurunya. Tidak terima, orangtuanya kemudian melaporkan peristiwa ini ke Polda Sumsel.
"Kami akan segera menindaklanjuti laporan tersebut," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sabaruddin Ginting saat dikonfirmasi. [sumber]
Subscribe to:
Posts (Atom)