Sunday, June 5, 2011

Barvikha, nuansa pedesaan yang mewah!

Barvikha sebenarnya adalah sebuah desa kecil di dekat Moskva, ibukota Russia. Namun selama era Soviet Barvikha mulai ditempati oleh pejabat pemerintah dan kaum intelektual tercatat diantaranya penulis terkenal Aleksey Tolstoy, tahun 1990-an desa ini malah ditempati oleh para jutawan Russia. Rumah-rumah kayu digantikan oleh rumah-rumah mewah yang dijaga ketat, tidak aneh karena lokasi desa ini juga strategis. Dikelilingi oleh hutan pinus dekat sungai Moskva, menjadikan lokasi idaman untuk orang-orang kaya Moskow, selain itu juga dekat dengan ring road Moskva. Dengan banyaknya orang kaya di Barvikha membuat desa ini berkembang pesat. Lihat saja foto-foto dibawah ini











Di desa ini juga ada dealer Ferrari lho

.



Dan juga beberapa toko fashion terkenal.








Namun tidak semuanya indah, rata-rata jalan disini sempit dan berlubang.










.


Banyak gedung disini memiliki arsitek unik.






.





Ternyata dibalik keindahan gedung ini ada belangnya juga.







sumber

Sumpit Dayak, konon lebih berbahaya dibanding peluru

PADA zaman penjajahan di Kalimantan dahulu kala, serdadu Belanda bersenjatakan senapan dengan teknologi mutakhir pada masanya, sementara prajurit Dayak umumnya hanya mengandalkan sumpit. Akan tetapi, serdadu Belanda ternyata jauh lebih takut terkena anak sumpit ketimbang prajurit Dayak diterjang peluru.

Penyebab yang membuat pihak penjajah gentar itu adalah anak sumpit yang beracun. Sebelum berangkat ke medan laga, prajurit Dayak mengolesi mata anak sumpit dengan getah pohon ipuh atau pohon iren. Dalam kesenyapan, mereka beraksi melepaskan anak sumpit yang disebut damek.




"Makanya, tak heran penjajah Belanda bilang, menghadapi prajurit Dayak itu seperti melawan hantu," tutur Pembina Komunitas Tarantang Petak Belanga, Chendana Putra, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (2/6/2011).

Tanpa tahu keberadaan lawannya, tiba-tiba saja satu per satu serdadu Belanda terkapar, membuat sisa rekannya yang masih hidup lari terbirit-birit. Kalaupun sempat membalas dengan tembakan, dampak timah panas ternyata jauh tak seimbang dengan dahsyatnya anak sumpit beracun.



Tak sampai lima menit setelah tertancap anak sumpit pada bagian tubuh mana pun, para serdadu Belanda yang awalnya kejang-kajang akan tewas. Bahkan, bisa jadi dalam hitungan detik mereka sudah tak bernyawa. Sementara, jika prajurit Dayak tertembak dan bukan pada bagian yang penting, peluru tinggal dikeluarkan. Setelah dirawat beberapa minggu, mereka pun siap berperang kembali.

Penguasaan medan yang dimiliki prajurit Dayak sebagai warga setempat tentu amat mendukung pergerakan mereka di hutan rimba.

"Karena itu, pengaruh penjajahan Belanda di Kalimantan umumnya umumnya hanya terkonsentrasi di kota-kota besar tapi tak menyentuh hingga pedalaman," Chendana.

Tak hanya di medan pertempuran, sumpit tak kalah ampuhnya ketika digunakan untuk berburu. Hewan-hewan besar akan ambruk dalam waktu singkat. Rusa, biawak, atau babi hutan tak akan bisa lari jauh. "Apalagi, tupai, ayam hutan, atau monyet, lebih cepat lagi," katanya.

Bagian tubuh yang terkena anak sumpit hanya perlu dibuang sedikit karena rasanya pahit. Uniknya, hewan tersebut aman jika dimakan. "Mereka yang mengonsumsi daging buruan tak akan sakit atau keracunan," kata Chendana.

Baik hewan maupun manusia, setelah tertancap anak sumpit hanya bisa berlari sambil terkencing-kencing.
"Bukan sekadar istilah, dampak itu memang nyata secara harfiah. Orang atau binatang yang kena anak sumpit, biasanya kejang-kejang sambil mengeluarkan kotoran atau air seni sebelum tewas," tambah Chendana.

Thursday, June 2, 2011

Mengintip Ke Dalam White House Tempat Tinggalnya Presiden Amerika



Suasana dalam dan luar Istana Presiden sudah lah pasti nyaman dan menyenangkan supaya para pemimpin negara tersebut bisa menjalankan roda pemerintahan dengan optimal. Tetapi seberapa mewah kah rumah tempai kediaman para presiden tersebut? Pasti banyak yang sering melontarkan pertanyaan seperti itu

Untuk menjawab pertanyaan anda, maka anda bisa melihat suasana dalam istana negara di negara adikuasa dunia, yaitu Amerika. Berikut adalah foto-foto Istana Negara White House Amerika.

Lincoln Bedroom


Lincoln Bedroom adalah kamar tidur di dalam Istana White House.
Foto diambil oleh majalah Architectural Digest pada tahun 2008


Lincoln bedroom pada tahun 1976, sepertinya tidak banyak yang berubah ya

Blue Room

Adalah tempat biasanya presiden dan ibu negara menerima tamu. Dekorasi nya bertema kerajaan Perancis

China Room

Tempat barang pecah belah dari China termasuk gelas, piring, dan sebagainya yang dipakai oleh para presiden

State Dining Room

Ruang Makan ini bisa memuat 140 orang tamu di dalamnya.


Hallway

Penghubung antar ruangan jadi seperti koridor


President's Oval Office

Ruang Kerja Presiden, Orang nomor satu di Amerika tersebut.


Diplomatic Reception Room

Seperti hal nya dengan ruang kerja Presiden, ruang ini juga berbentuk oval.


Red Room
Ruangan Kesukaan First Lady, Wanita Nomor Satu, di Amerika.


Vermeil Room

Tempat duduk untuk acara formal seperti acara kenegaraan



Wednesday, June 1, 2011

Seorang pria berhasil "mengabadikan" UFO dalam sebuah foto!

Seorang pria berhasil mengambil foto satu Unindentified Flying Object (UFO) saat liburan di Kunming, China. Seperti apa?

Awalnya, pria ini tak menyadari keanehan yang ada di langit. Namun saat ia melihat hasil-hasil foto yang ia ambil, pria ini terkejut. Pasalnya, di salah satu hasil foto yang ia ambil, terdapat satu objek yang dia duga adalah UFO.

“Saya mengambil dua gambar pemandangan. Saat saya memeriksa gambar yang saya ambil malam harinya, saya melihat ada tiga titik hitam melayang di atas bendungan Songhua. Titik hitam terbesar tampak seperti kupu-kupu,” papar pria itu.

Presiden Kunming UFO Research Society Zhang Yifang menduga, titik hitam terbesar pada foto hanyalah layang-layang atau seekor burung. “Benda itu berbentuk serupa piring terbang. Saya yakin itu UFO. Namun, saya tak bisa memastikan kebenarannya hanya dengan satu foto saja,” tuturnya.


|| semoga saja bukan "piring terbang" yang melayang dari dapur terus ngelewatin ruang tv dan mampir di jidatnya saat waktu istrinya ngamuk ☺ ||

Gara-gara macet banyak pasangan bercerai!

Karena lalu-lintas macet, maka banyak pasangan yang bercerai!. Hal yang aneh bukan? Sebab apa hubungannya antara kemacetan lalu lintas dan perceraian? Nah, inilah salah satu penyebab perceraian paling fenomenal dibandingkan dengan perselingkuhan, kemandulan dan faktor lainnya. Penelitian di Swedia membuktikan bahwa ternyata terjebak macet selama bermenit-menit adalah salah satu penyebab hancurnya pernikahan!

Komuter (orang yang menjalani rutinitas kantoran) yang memiliki gaji besar serta hidup mewah menempatkan perkawinan mereka berada pada risiko. Studi ini dilakukan para peneliti di Universitas Umea di Swedia. Mereka menemukan bahwa pekerja yang menempuh perjalanan jauh selama sekitar 45 menit atau lebih, dalam perjalanan di kereta atau terjebak dalam lalu lintas, 40 persen lebih mungkin berpisah dari pasangan mereka.

Bahkan, risiko berpisah tertinggi terjadi dalam tahun pertama pernikahan ketika mimpi hidup bersama berjalan dalam kehidupan sehari-hari.
Kutipan dari Daily Mail menyebutkan bahwa:

"Lebih banyak orang menghabiskan waktu lebih lama di jalan setiap harinya," kata ketua peneliti Erka Sandow Star.

"Tetapi dampak sosial dan fakta bahwa sebenarnya orang yang terlibat sering dilupakan," jelasnya.

Dalam rangka mencari keterkaitan antara waktu yang lebih lama bagi komuter di jalan dan perceraian, para peneliti melihat data statistik sebanyak 2 juta warga Swedia antara 1995 dan 2000.

Para peneliti menilai perjalanan 45 menit sebagai penyebab yang bisa mengakibatkan perceraian. Mungkin, dalam keluarga ketika pria menempuh jarak perjalanan yang panjang, istri seharusnya mengambil pekerjaan yang lebih dekat ke rumah, yang berarti lebih sedikit uang yang diperlukan, dan pembagian tanggung jawab yang lebih besar, baik untuk anak-anak dan rumah.

Apalagi, jika pasangan, kemungkinan besar suami, menghabiskan waktu yang lama di jalan dibandingkan di kantor dan rumah, kemungkinan besar ia akan terlalu lelah untuk mengulurkan tangan membantu dalam pekerjaan rumah tangga. Hal inilah yang akan menciptakan tempat berkembang biak bagi konflik.

"Perjalanan jauh untuk bekerja adalah baik untuk rekening bank dan status karir, tetapi mendekatkan rusaknya hubungan  yang mengarah ke perceraian," kata Sandow, seorang ahli geografi sosial di Universitas Umea,.

Sandow menegaskan kembali bahwa menyelesaikan konflik tersebut tidak boleh terlalu besar dari masalah. "Peningkatan komuter jarak jauh juga dapat dilihat positif dalam arti meningkatkan kebebasan individu untuk memilih tempat tinggal dan bekerja jarak jauh, orang tidak harus pindah untuk mendapatkan pekerjaan, atau dapat memilih area perumahan yang lebih disukai sambil menjaga pekerjaan lama mereka, "tulis Sandow di koran.

"Tidak semua orang berpisah. Banyak orang menganggap itu strategi yang berkelanjutan," imbuhnya.

Ahli Hubungan Jean Hannah Edelstein menambahkan, "Dalam kebanyakan hubungan ada dua orang dan tiga pekerjaan, tiap pasangan masing-masing memiliki pekerjaan dan kemudian ada masalah menjaga rumah".

"Anda harus mencari jalan yang disukai setiap orang seperti mereka sedang melakukan sejumlah pekerjaan yang adil. Yang membutuhkan banyak berbicara, mendengarkan, dan fleksibilitas".

Contoh yang lebih mudah mungkin kita akan temukan di negeri sendiri, terutama komuter yang tinggal dikota-kota besar seperti Jakarta. Karena penggunaan kata "macet" kepada pasangan adalah alasan yang klasik dan seringkali diutarakan, sebagai akibatnya timbul rasa ketidak percayaan pasangan. Dan kemacetan pun dituding kerapkali menjadi penyebab kekacauan jadwal acara keluarga.

"Tamparan otomatis" buat penumpang kereta!

http://terbaru5.blogspot.com/
Ide ini terkesan mungkin "gila". Tapi sebenarnya ada yang lebih gila lagi, yaitu orang yang mengabaikan "ide gila" ini. Bagaimana tidak, alih-alih berangkat kerja tapi ujung-ujungnya malah dapat "tamparan otomatis" di atas kereta.

Semua ini adalah berkat rambu penghalang yang dipasang diatas kereta yang tengah melintas.  Siapapun orangnya tanpa perduli tua-muda akan langsung terkena tampar secara otomatis di wajah. Plakkk!

Palang rambu ini terbuat dari fiber yang dalihnya sebagai penghalau sekaligus untuk menertibkan para penumpang nakal yang kerap "membonceng" diatap gerbong kereta. Sebelumnya PT. KAI telah berhasil mengaplikasikan alat penyemprot otomatis yang kurang lebih mempunyai tujuan yang sama. Namun, sepertinya alat tersebut belum menimbulkan efek jera bagi sebagian penumpang nakal. 

http://terbaru5.blogspot.com/

Saya memang bukan lagi pengguna jasa transportasi kereta, namun sebelumnya saya pernah sangat bergantung dengan angkutan masal ini untuk pulang dan pergi ke kantor, dan saya tahu apa saja resiko yang akan saya hadapi di kereta. Dari mulai membiasakan diri untuk rela berbagi keringat dengan penumpang lain, resiko kehilangan dompet dan handphone karena banyaknya copet sampai pedagang dan pengemis yang bebas hilir mudik disela-sela para penumpang yang "terbakar emosi" gara-gara kereta mogok dan "ngaret" jadwalnya. Dan mungkin hal inilah yang sedikit banyaknya mengilhami para hitch-hiker tadi. Ini hanya asumsi saya saja, namun efek domino plus efek buah simalakama pun sepertinya akan segera muncul ke permukaan.


Efek yang pertama adalah tentunya protes dari para pengguna jasa angkutan ini. Seandainya saja mereka bisa mendapatkan kereta yang lebih layak dan nyaman, tentunya banyak yang lebih untuk duduk dengan tenang di dalam kereta tanpa harus duduk diatap dan beresiko kehilangan nyawa yang dimilikinya (karena biasanya nyawa bukanlah barang yang bisa diperjual belikan, tapi entahlah jika di negeri ini). Ongkos pun mungkin tak akan menjadi persoalan yang berarti apabila fasilitas dan kenyamanan para penumpang diperhatikan oleh pemerintah.

Efek yang kedua pastinya tak kalah hebat dari efek sebelumnya. Jelas penggunaan palang fiber ini mengancam keselamatan!. Selain ancaman tersetrum listrik tegangan tinggi, ancaman "tamparan otomatis" pun tak kalah hebatnya. Terjatuh dari kereta saat sedang melaju dan meninggal dunia adalah hal sangat mungkin terjadi.

Mungkin sebaiknya pemerintah lebih memikirkan keselamatan orang-orang pengguna jasa angkutan ini dan mencari solusi alternatif yang jelas lebih manusiawi ketimbang penggunaan alat ini. Bukankah win-win solution adalah sesuatu yang kita semua cari?


sumber: inspirasi tiba-tiba diri saya