Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Saturday, October 20, 2012

Ciri-Ciri Budaya Politik Parokial Kaula Dan Partisipan

Ciri-Ciri Budaya Politik Parokial Kaula Dan Partisipan - Info Terbaru, budaya politik diklasifikasikan oleh Gabriel Almond dalam artikel yang Info Terbaru publish lalu berjudul : [Macam-macam budaya politik]
pada artikel sebelumnya tentang macam-macam budaya politik sudah dijelaskan pengertiannya satu persatu dan istilah dalam bahasa inggrisnya. Dan pada artikel lanjutan kali ini akan membahas tentang ciri-ciri budaya politik parokial, kaula dan partisipan.
ciri-ciri budaya politik parokial, ciri-ciri budaya politik kaula, ciri-ciri budaya politik partisipan.
Ciri-ciri Masyarakat (orang) dengan budaya politik Parokial, antara lain :
  • Apatis;
  • Pengetahuan politik rendah;
  • kesadaran dalam berpolitik rendah;
  • Tidak peduli dan menarik diri dari kehidupan politik.
Ciri-ciri Masyarakat (Orang) dengan budaya politik kaula, antara lain :
  • Memiliki pengetahuan dalam bidang politik yang cukup;
  • Partisipasi politik minim;
  • Kesadaran dalam berpolitik rendah.
Ciri-ciri Masyarakat (Orang) dengan budaya politkk partispan, antara lain :
  • Pengetahuan tentang politk tinggi;
  • kesadaran dalam berpolitik tinggi;
  • Partisipasi dalam berpolitik aktif;
  • Kontrol Politik aktif.
Sekian artikel kali ini yang membahas tentang ciri-ciri budaya politik parokial, ciri-ciri budaya politik kaula, dan ciri-ciri budaya politik partisipan.
semoga sedikit artikel ini bermanfaat bagi anda semua.
Silahkan baca juga yang lainnya di kategori : Pengetahuan , Politik

Ciri-Ciri Budaya Politik

Ciri-Ciri Budaya Politik - Info Terbaru, sebelumnya [Pengertian Budaya Politik Menurut Rusadi Sumintapura] budaya politik merupakan suatu wujud dari nilai-nilai yang diikuti masyarakat, bangsa atau negara untuk mewujudkan atau melaksanakan kegiatan politik negara dengan berpedoman pada budaya politk.

Dari banyak pendapat menurut para ahli, bahwa ciri-ciri budaya politik dapat disimpulkan :
Ciri-Ciri Budaya Politik
  • Sikap Orientasi yang khas dari warga negara terhadap sistem politik dan ragam bagian-bagiannya.
  • Sikap terhadap peranan warga negara yang ada dalam sistem tersebut.
  • Pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati para anggota suatu sistem politik.
  • Nilai keyakinan dan sikap emosi tentang pemerintahan seharusnya silaksanakan dan tentang apa yang harus dilakukan.
Diatas, adalah kesimpulan dari benyak pendapat yang dikemukakan oleh para ahli politik, yang terdiri dari : sikap oriebtasi yang khas, sikap terhadap peranan, pola tingkahlaku, nilai keyakinan dan sikap emosi dalam politik.
Semoga artikel Ciri-Ciri Budaya Politik ini bermanfaat bagi anda, terimakasih telah berkunjung.

Monday, October 15, 2012

Macam-Macam Budaya Politik

Macam-Macam Budaya Politik - Info Terbaru, posting sambil berbagi dengan dunia maya ini. melanjutkan tentang budaya politik, sebelumnya [Pengertian Budaya Politik Menurut Rusadi Sumintapura] pada lanjutan kali ini IT blogs akan mengulas kembali macam-macam budaya politik.
Apa saja sih macam-macam budaya politik itu?
Menurut Gabriel almond budaya politik di klasifikasikan dari sistem politik dan dengan pemahaman konsep budaya politik.


  • Budaya Politik Parokial - Parochial Political Culture 
adalah budaya politik dimana tingkat partisipasi masyarakat yang rendah, kenapa hal tersebut dapat terjadi? partisipasi masyarakat yang rendah di karenakan faktor kognitif, yaitu rendahnya tingkat pendidikan.

  • Budaya Politik kaula - Subject Political Culture
adalah budaya politik dimana masyarakat bersifat pasif dalam tingkat partisipasi politik.

  • Budaya Politik Partisipan - Participant Political Culture
adalah budaya politk dimana masyarakat mempunyai kesadaran berpolitik yang sangat tinggi. dimana masyarakat yang mempunyai politik partisipan mempunyai pengetahuan yang lebih tentang politik, selain itu kesadaran dan tingkat partisipasi dalam politik bersifat tinggi dan aktif.

Sekian dulu artikel tentang politik :  Macam-Macam Budaya Politik
Semoga bermanfaat untuk anda.

Tuesday, October 18, 2011

Daftar Nama Menteri Dan Wakil Menteri Hasil Reshuffle Kabinet

Berikut adalah daftar nama menteri dan wakli menteri hasil reshuffle kabinet:
  •  Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, Wakil Prof Dr Indrayana
  • Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Azwar Abubakar, Wakil dokter Eko Prasojo
  • Menteri Perdagangan Gita Irawan Wirjawan, Wakil Menteri Perdagangan Dr Ir Bayu Krisnamurthi
  • Menteri Pertanian Rusman Heriawan
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Wakil Widjajono Partowidigdo
  • Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Dr Mari Elka Pangestu, Wakil Menteri Sapta Nirwanda
  • Menteri BUMN Dahlan Iskan, Wakil Mahmudin Yasin
  • Menteri Perhubungan dijabat EE Mangindaan
  • Menteri Riset dan Teknologi dijabat dokter Yusri Muhammad Hatta
  • Menteri Agama dijabat dokter Nazaruddin Umar
  • Menteri Negara Perumahan Rakyat Dian Syari
  • Menteri Negara Lingkungan Hidup Baltasar Kambuaya 
Semoga dengan adanya reshuffle kabinet ini bisa meningkatkan kinerja dan mampu memberi dampak positif bagi Bangsa Indonesia.

Description: Daftar Nama Menteri Dan Wakil Menteri Hasil Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu 2 Rating: 5

Sunday, August 21, 2011

Surat Balasan Presiden SBY Untuk Nazaruddin

Belum mereda pemberitaan mengenai Muhammad Nazaruddin, orang yang paling ramai dibicarakan saat ini (mungkin). Beberapa waktu yang lalu buronan ini pun akhirnya tertangkap di Kolombia, setelah lama menjadi buron. Karena mungkin merasa keselamatan istri dan keluarganya ternacam, beberapa waktu yang lalu Nazaruddin pun menulis surat kepada presiden SBY yang intinya meminta perlindungan buat istri dan keluargaya dengan kompensasi siap bungkam untuk kasus yang dia ketahui.

Dan kini, surat itu pun mendapat balasan dari Presiden SBY, berikut isi suratnya:

Jakarta, 21 Agustus 2011
Kepada: Sdr Muhammad Nazaruddin
Di Tempat

Pada hari Minggu, 21 Agustus, saya telah membaca surat saudara. Meskipun, sebelumnya saya juga telah mendengarnya dari pemberitaan berbagai media massa. Agar rakyat Indonesia menjadi jelas duduk persoalannya, saya putuskan untuk membalasnya melalui surat ini.

Terkait proses hukum yang sedang saudara hadapi, mari kita semua tunduk pada aturan yang ada di negara hukum ini. Dalam setiap kasus hukum, yang melibatkan siapapun, saya tidak pernah, tidak akan -dan memang tidak boleh- mencampuri proses hukum yang harus independen, bebas dari intervensi siapapun. Prinsip dasar non-intervensi, penegakan hukum yang merdeka tersebut, diatur dan dijamin dengan jelas di dalam UUD 1945 dan peraturan perundangan terkait lainnya.

Oleh karena itu, saya sarankan, saudara kooperatif menjalani semua proses hukum yang sedang berlangsung. Saya meyakini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang sekarang menangani kasus saudara, akan bekerja secara profesional, independen dan adil. Sampaikanlah seluruh informasi yang saudara ketahui kepada KPK, agar menjadi bernilai di hadapan hukum, agar semua menjadi jelas dan tuntas. Termasuk informasi tentang siapa saja yang harus bertanggung jawab, tidak perduli dari unsur manapun atau dari partai politik apapun. Karena, hukum tentu harus kita tegakkan berdasarkan alat bukti semata, tanpa pandang bulu, tanpa tebang pilih. Dengan demikian, kita melaksanakan prinsip dasar persamaan di hadapan hukum (equality before the law), yang juga dijamin di dalam konstitusi.

Terkait masalah ketenangan keluarga saudara, dalam semua kasus, tidak hanya kasus saudara, saya selalu memerintahkan agar aparat penegak hukum bekerja profesional, menjamin keselamatan semua pihak yang terkait. Adalah sudah menjadi tanggung jawab aparatur negara untuk menjamin ketenangan, kenyamanan dan keamanan seluruh warga negara. Meskipun, itu bukan berarti juga perlindungan atau kekebalan dari proses hukum jika warga negara yang bersangkutan terjerat suatu perkara. Kita harus terus menjamin agar penegakan hukum kita berjalan adil, transparan dan akuntabel - jauh dari proses tawar-menawar atau negosiasi, dalam bentuk apapun.

Demikian tanggapan saya atas surat saudara. Semoga dalam suasana Ramadhan kali ini, apa yang saudara alami, dapat menjadi bahan renungan dan introspeksi. Selamat berpuasa, semoga Allah SWT memberikan rahmat dan hidayah-Nya bagi kita semua.

Presiden Republik Indonesia,

Dr H Susilo Bambang Yudhoyono
[sumber]



Bagaimanapun juga kita berharap agar kasus Nazaruddin ini bisa terungkap tuntas, bukan hanya sebatas publikasi tapi tanpa penyelesaian. Sudah banyak kasus yang dirasakan menghilang, banyak kasus yang sepertinya mengambang. Dan jika kasus ini juga bernasib sama dengan kasus-kasus sebelumnya, mungkin lebih baik kita tidak berharap banyak pada proses penegakkan hukum di negeri ini.

Sunday, July 24, 2011

10 Komitmen Sentul Hasil Rakornas Partai Demokrat

Rakornas Partai Demokrat yang berlangsung di Sentul, Bogor, sejak tanggal 23 Juli kemarin, akhirnya selesai sudah. Dan dari Rakornas tersebut menghasilkan/disepakati sejumlah komitmen yang tertuang dalam 10 Komitmen Sentul.

  1. Partai Demokrat harus meneguhkan jati diri sebagai partai tengah, nasionalis, religius, reformis dan memegang etika politik bersih, cerdas dan santun.
  2. Partai Demokrat harus terus konsentrasi melakukan konsolidasi internal. 
  3. Partai Demokrat harus terus melakukan koreksi, perbaikan dan penyempurnaan atas berbagai kekurangan yang ada, dan bekerja keras membangun Partai Demokrat yang modern, kuat dan dicintai rakyat.
  4. Partai Demokrat harus memperkuat kaderisasi sebagai mata air sumber daya manusia yang berkualitas untuk kemajuan partai, kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
  5. Parta Demokrat harus semakin meningkatkan keberhasilan dalam pemilukada untuk menyejahterakan rakyat di daerah.
  6. Partai Demokrat harus terus meningkatkan pengelolaan partai berdasarkan hasil kongres di Bandung.
  7. Partai Demokrat harus semakin mampu menjalankan komunikasi yang cerdas, dan menyambung dengan aspirasi rakyat.
  8. Partai Demokrat menegakkan disiplin kader, dan sinergi kerja seluruh kader.
  9. Para kader Partai Demokrat yang bertugas di DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota harus semakin mampu menjalankan tugas di parlemen dan daerah pemilihan masing-masing.
  10. Para kader Demokrat harus konsisten dan disiplin menjalankan fungsi partai yang mendukung pemerintahan yang baik.
.