Sunday, January 1, 2012

Foto Udara Jakarta Jaman Penjajahan




Tandjoengpriok Harbor, pelabuhan Batavia, Java



Etablissement batubara di pedalaman kedua Tandjoenpriok, Batavia, Jawa before 1930



Inflight photo with Glenn Martin bombers of the Royal Netherland Indian Army (KNIL) over the harbor of Tandjong Priok on Batavia. 1933-1940



On the upper left place todays National Museum. Inflight photo with Glenn Martin bombers of the Royal Netherland Indian Army (KNIL) over the "Koningsplein" in Batavia. 1933-1940



Air photo of the Royal Batavian Yacht Club and the 'Unie-kampong' at Batavia's harbour Tanjung Priok 1928-1942



Air photo of the KPM building and the 'Willemskerk' at Weltevreden, Batavia 1920-1940



Aerial foto Batavia (master Cornelis), dengan Sungai Tjiliwoeng 1900-1940



Jl hadir. Juanda / Jl. Veteran. sudut kanan Atas ke ini adalah Jl. Gajah Mada dan Jl. Hayam Wuruk. Foto udara Jakarta, Den Haag dan Rijswijk 1940



Air photo of Hotel des Indes, Batavia 09-1931



Pemandangan Noordwijk, Batavia 1940



Pemandangan Rijswijk, Batavia. Pada layar akan mencakup Clichéfabriek Hoffmann, Bellevue Hotel Pension, Toko Buku Evers Harpa dan Grand Hotel Jawa .. Pemandangan Rijswijk, Batavia 1928-1942




Aerial view of Land Printers, Ostrich District, Batavia 1900-1940



Aerial view of the factory of the NHM and the opposite station in Batavia 1933-1935



Aerial view of the port of Tandjoengpriok, Batavia, Java



Air photo of the museum of the Royal Batavian Society of Arts and Sciences, Batavia 1920-1940



Air photo of the palace of the Governor-General on 'Koningsplein', Batavia 1925-1940



Mr. Cornelis Matramanplantsoen and Pegangsaan, Batavia 1940



Netherlands port of departure Tandjoengpriok mail boat, the port of Batavia, Java 1937



View of the Fair 'Pasar Gambir "in 1930 at the Royale in Jakarta, Java



Aircraft over Batavia, November 25, 1924


Pulau terunik didunia


Pulau Uros terletak di Danau Titicaca, Peru. Danau Titicaca merupakan danau tertinggi dunia, yaitu 4000 meter dari permukaan laut. Penduduk setempat hidup dengan berburu, nelayan dan dari kunjungan wisata ketempat tersebut. Danau Titicaca menjadi tempat pertumbuhan populasi yang penting sejak zaman pra suku indian Inca,yang disebut dengan suku Uros yang tinggal di pulau-pulau buatan yang terbuat dari alang-alang mengambang (Totora). Pulau-pulau ini menjadi daya tarik wisata utama untuk Peru, menggambar perjalanan dari kota tepi danau Puno. Tujuan dari permukiman di pulau ini awalnya defensif, dan jika muncul ancaman mereka bisa dipindahkan. Pulau terbesar bahkan diawasi dengan sebuah menara pengawas yang hampir seluruhnya terbuat dari alang-alang.

Totora adalah sejenis Cattail asli yang tumbuh di danau. Akar yang padat menjadi pendukung lapisan atas, yang membusuk harus diganti secara teratur dengan menumpuk lebih banyak alang-alang di atas lapisan di bawahnya. Perubahan dalam ukuran wilayah pulau lebih banyak diciptakan sebagai kebutuhan. Permukaan pulau-pulau yang tidak rata, tipis, dan berjalan di atasnya terasa seperti berjalan di atas kasur air. Dan kita harus waspada dalam melangkah agar tidak terperosok pada lapisan tipis Totora (alang-alang) agar kaki kita tidak amblas ke danau

Suku Uros juga banyak memanfaatkan alang-alang sebagai diet dan pengobatan, ketika
buluh ditarik, bagian bawah yang berwarna putih sering dimakan untuk yodium. etika sakit, buluh dibungkus di sekitar tempat dalam rasa sakit untuk menyerapnya.
Juga jika di luar panas, mereka menggulung bagian putih dari buluh di tangan mereka dan membagi terbuka, menempatkan buluh di dahi mereka. Pada tahap ini, sangat dingin untuk disentuh. Bagian putih dari buluh juga digunakan untuk membantu meringankan mabuk yang berhubungan dengan alkohol. Mereka juga membuat teh bunga buluh. Makanan dimasak dengan api ditempatkan di tumpukan batu.

Pulau-pulau mengambang dilindungi oleh Teluk Puno dan merupakan rumah bagi 2000 lebih penduduk suku Uros. Mereka hidup dengan mencari ikan, menenun dan sekarang,dalam sektor pariwisata. Mereka menangkap ikan untuk mereka sendiri atau menjualnya di daratan. Uros juga berburu burung seperti burung camar, bebek dan flamingo, dan menernaknya di pulau. Mereka juga menjalankan kios kerajinan ditujukan untuk turis yang banyak berkunjung selama 10 bulan dalam 1 tahun.

Adalah pekerjaan yang tidak mudah untuk menjaga pulau-pulau mengapung ini. Karena para penghuninya juga deengan kedatangan banyak turis sekarang, mereka memiliki sedikit waktu untuk menjaga semuanya, sehingga mereka harus bekerja lebih keras untuk untuk pemeliharaan pulau mereka. Pariwisata memberikan kesempatan keuangan untuk pribumi, sementara secara bersamaan perlahan mempengaruhi gaya hidup tradisional mereka.







 














Cara Mengikat Tali Sepatu Yang Keren





Hewan-hewan dengan kemampuan kamuflase yg menakjubkan












mana gan leopard nya? coba cari...











Meja Poker Terbesar di Dunia

Pernah gak ngebayangin bermain poker di meja yang ukurannya segede gajah ini?Wah..ane gak perna bayangkan,,tapi ada beberapa orang barat yang mewujudkan khayalan itu..yuk liat langsung:









sumber