Showing posts with label TUGAS. Show all posts
Showing posts with label TUGAS. Show all posts

Monday, April 23, 2012

MASALAH IT DALAM PERBANKAN

I.Dunia Cyber
Di dunia IT forensik, penyandang sertifikat CHFI (Computer Hacking Forensic ­Investigator) ini dikenal bertangan dingin mengungkap kasus-kasus pelik berlatar belakang teknologi informasi. Dalam banyak kesempatan Ruby sering diminta membantu pihak kepolisian untuk mengungkap data-data teroris.
Tak hanya masalah terorisme, kasus-kasus fenomenal baik di dalam maupun di luar negeri berhasil diungkap penyandang gelar master bidang teknologi informasi Universitas Indonesia ini. Di antaranya persidangan kasus Antasari Azhar, artis Marcella Zalianty, kasus Prita Mulyasari, maupun penyelidikan pembunuhan David Hartanto Wijaya.

Kredibilitas Ruby memang sudah teruji. Bahkan ketika harus terlibat beda pendapat dengan pakar yang lain, Rudy berupaya untuk tetap profesional. Misalnya, beda pendapat dengan Roy Suryo, anggota Komisi I DPR RI yang juga pakar komunikasi dalam persidangan Marcella Zalianty dan kasus Prita Mulyasari.



Bahkan, Ruby sempat dilaporkan Mabes Polri ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena dituding memperagakan aksi skiming ATM di depan publik, yakni disiarkan dua stasiun televisi. Dalam kasus ini, Roy Suryo kembali mengecam aksi Ruby Alamsyah. Roy Suryo menuding Ruby telah memberikan contoh bagaimana melakukan aksi kejahatan di ATM. Apalagi, apa yang dilakukan Ruby di televisi tidak meminta izin terlebih dahulu kepada bank pemilik ATM.

Belakangan kecaman itu berbalik, banyak kalangan justru membela Ruby karena yang dilakukan Ruby adalah agar perbankan lebih waspada terhadap aksi kejahatan pembobolan ATM. Dukungan pun mengalir dari berbagai kalangan. Situs pertemenan facebook, twitter, blog serta sejumlah komunitas mendukung upaya Ruby Alamsyah dalam mengungkap modus operandi dalam kasus pembobolan mesin ATM. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia(YLKI) juga menyatakan bahwa upaya Ruby Alamsyah mengenai pembobolan rekening diperlukan masyarakat.

Respon positif itu mendukung upaya Ruby. Sebagai konsekuensi, sebuah bank harus merugi Rp 22 miliar untuk biaya penggantian uang nasabah yang raib di mesin ATM. Setelah mendengarkan presentasi Ruby, Bank Indonesia memutuskan bank harus bertanggungjawab atas hilangnya uang nasabah di ATM. Kasus ini menjadi starting point bagi perlindungan nasabah. Jika sebelumnya kehilangan uang nasabah di ATM bukan menjadi tanggungjawab pihak bank, kini pihak bank harus ikut bertanggungjawab.

II.Banyak Pejabat Tidak Melek IT

Di luar negeri, kelompok radikal dikabarkan berhasil menyusup ke jaringan internet untuk membobol sistem perbankan, dan melakukan carding. Sejauhmana kelompok teroris di Indonesia memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi?

Sejauh ini belum pernah ditemukan kasus cybercrime untuk pendanaan terorisme di Indonesia. Namun demikian peluang kemungkinan itu cukup besar. Pada 2008, saya pernah menangani masalah carding dengan memalsukan ribuan kartu kredit. Hasil pembobolan tersebut dimanfaatkan untuk bisnis narkoba.

Saat ini, pemanfaatan internet hanya sebatas sebagai media penyebaran informasi di intern kelompok radikal. Komunikas menggunakan internet memang jauh lebih aman daripada menggunakan ponsel ataupun sekedar SMS. Penyadapan oleh alat penegak hukum lebih sulit dilakukan jika digunakan jalur internet. Bisa dikatakan, jika ada cybercrime pasti selalu ada cybertrail. Kriminal tradisional hingga modern tidak lepas dari sistem seperti itu, dimana setiap penggunaan teknologi pasti meninggalkan jejak.

Pelaku teror di Indonesia belum memiliki “ilmu” selevel anggota Al Qaeda. Anggota Al Qaeda mampu menghack situs-situs tertentu dengan cara-cara hacker profesional. Bahkan hasilnya tidak meninggalkan jejak sama sekali.

Kendati belum memiliki kemampuan setara Al Qaeda, disebut-sebut kelompok teroris di Indonesia berhasil meng-hack sejumlah situs penting, misalnya www.presidensby.info?

Website PresidenSBY.info sebenarnya tidak disentuh sama sekali oleh kelompok teroris. Yang dilakukan adalah meng-hack kelemahan Telkom, yang memang sempat salah setting. Memang orang umum melihat website itu telah dihack, padahal sama sekali tidak. Di satu sisi IT Security SBY pasti lebih kuat.

Pelaku dari peristiwa itu jelas bukan hacker profesional. Di satu sisi, banyak publik figur atau pejabat di Indonesia masih menggunakan email gratisan yang mudah di-hack. Publik figur seringkali tidak memperhatikan aspek security. Pembobolan bisa dilakukan dengan cara yang simpel, yakni bukan dengan membobol server, tetapi membongkar password. Berdasarkan data statistik, pembobolan email paling banyak dilakukan dengan membuat riset password, sedangkan phising menempati urutan ketiga.

Riset passward lebih mudah dan lebih cepat dilakukan daripada skenario phising. Modus menggunakan phising, harus ada interaksi antara hacker dengan pihak yang menjadi target. Selain itu phising juga harus dilakukan orang –orang yang mampu membuat design serta menguploud materi.

Pejabat atau publik figur seringkali menjadi sasaran empuk para hacker, karena tidak cukup memiliki pengetahuan terkait pentingnya memproteksi jaringan. Bagaimana dengan upaya kontra yang dilakukan?

Para pejabat utamanya aparat keamanan harus betul-betul memperhatikan aspek keamanan jaringan. Dari sisi ini lemah sekali, bahwa ada pejabat tinggi keamanan yang masih menggunakan email gratisan. Saya lihat hanya Lembaga Sandi Negara yang upaya proteksinya tinggi. Mungkin hal ini terkait kewenangan yang harus menyusun IT di lingkungan internasional seperti KBRI. KPK juga termasuk lembaga yang cukup baik sistem proteksinya.

Sering pejabat Kepolisian menggunakan email gratisan untuk berkomunikasi. Hal ini berbeda dengan anggota Densus 88 yang perlu diakui sistem kerjanya cukup rapi. Densus 88 memang dibekali training khusus dari FBI dan Australian Federal Police (AFP). Namun demikian hal ini tergantung pada maksimal tidaknya transfer ilmu dari AFP dan FBI ke Densus 88. Saat ini perlu diakui kesadaran IT security masih sangat lemah. Itu yang agak sulit.

Negara bisa dikatakan dalam keadaan terancam jika aparat yang berwenang menangani terorisme tidak melek teknologi informasi?
Di indonesia pengetahuan tentang IT security belum terlalu merata. Sementara yang memiliki ideologi radikal atau teroris cukup banyak kasusnya. Akan menjadi sangat berbahaya jika orang IT Security sudah ditarik ke ideologi-ideologi radikal.

Seringkali, aparat penyidik di lapangan kurang memahami IT security. Bisa dibayangkan jika aparat kepolisian salah mengambil barang bukti, misalnya perangkat personal komputer. Kasus penggrebekan teroris di sebuah warnet di Pamulang bisa menjadi contoh perlunya aparat yang melek dan sadar IT. Dalam serangan itu banyak komputer yang rusak tertembak. Seharusnya aparat menunggu terlebih dahulu tersangka keluar dari warnet, sehingga data komputer di warnet tidak rusak. Sebenarnya lebih penting menyelamatkan komputer sebagai alat bukti daripada membunuh terorisnya sendiri.

III.Teknologi Rekayasa
Hujan Buatan Atasi Krisis Listrik
Badan Pengkajian dan Penerasapan Teknologi mengguyur kawasan daerah aliran sungai Mamasa,Sulawesi Barat,dengan hujan buatan(25/10).Tindakan itu diharapkan dapat mengatasi minimnya debit air ke Pembangkit Listrik tenaga Air Bakaru,akibat musim kemarau,dua bulan terahir.
Deputi Manajer Komunikasi PT PLN,mengemukakan,debit air 16-20 meter kubik per detik le PLTA Bakaru (sekitar 200 km utara kota Makassar) saat ini lebih rebdah 60 persen dari kebutuhan.
Tim BPPT akan menaburkan 10 ton garam dapur untuk merangsanag petumbuhan awan awan pembentuk hujan.”memungkinkan karena kelembapan udara di Mamasa cukup tinggi”ucap deputi.
Debit air yang tersuplao dari DAS Mamasa hanya menggerakkan satu mesin berkapasitas 36 MW ke sejumlah daerah di Sulsel.pasokan listrik selama kemarau pun berkurang hingga 90 MW dari total kapasitas 620 MW di tiga provinsi.Padahal,pemakaian listrik saat beban puncak 586 MW.
PLTA Bakaru pemasok listrik terbesar di Sulsel dan Sulbar.Pembangkit ini melayani listrik bagi 163.000 pelanggan,dari Mamasa dan Polewali mandar (Sulbar) hingga Pinrang,Prepare,Barru,Pangkep,Maros,dan Makassar.
Sumber :
http://ekacyliiaa.blogspot.com/2012/03/masalah-it-dalam-perbankan.html

Sunday, March 18, 2012

PENGENALAN LAPORAN KEUANGAN PERBANKAN

Laporan keuangan adalah ikhtisar mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat tertentu yang berisi informasi tentang presentasi perusahaan di masa lampau dan dapat memberikan petunjuk untuk penetapan kebijakan di masa yang akan datang. Jenis-jenis laporan keuangan adalah sebagai berikut :

1. NERACA BANK

Neraca (Balance Sheet)
merupakan laporan yang menggambarkan jumlah kekayaan (harta), kewajiban (hutang), dan modal dari  suatu perusahaan pada saat / tanggal tertentu. Dibawah ini merupakan contoh ilustrasi neraca pada PT. Purnama Realindo Tbk pada tanggal 31 Maret 2006. Isi neraca secara garis besar adalah sebagai berikut:



a.    Asset : kekayaan atau sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan dan diharapkan akan memberikan manfaat dimasa yang akan datang.

* Asset lancar : uang tunai dan saldo rekening giro di bank serta kekayaan-kekayaan lain yang dapat diharapkan bisa dicairkan menjadi uang tunai atau rekening giro bank, atau dijual maupun dipakai habis dalam operasi perusahaan, dalam jangka pendek (satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan). Yang termasuk aset lancar: Kas (saldo uang tunai pada tanggal neraca), Bank (saldo rekening giro di bank pada tanggal neraca), Surat berharga jangka pendek, Piutang, Persediaan (barang berwujud yang tersedia untuk dijual, di produksi atau masih dalam proses), Beban dibayar dimuka.

* Investasi jangka panjang (long term investment) : Terdiri dari aset berjangka panjang (tidakuntuk dicairkan dalam waktu satu tahun atau kurang) yang diinvestasikan bukan untuk menunjang kegiatan operasi pokok perusahaan. Misalnya: penyertaan pada perusahaan dalam bentuk saham, obligasi atau surat berharga, dana untuk tujuan-tujuan khusus (dana untuk pelunasan hutang jangka panjang), tanah yang dipakai untuk lokasi usaha.

* Aset Tetap (Fixed Asset) : Aset berwujud yang digunakanuntuk operasi normal perushaan, mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau satu siklus operasi normal dan tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai barang dagangan. Misalnya: tanah untuk lokasi baru, gedung, mesin-mesin dan peralatan produksi, peralatan kantor, kendaraan.

* Aset Tak Berwujud (Intangible Asset) : Terdiri hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam memperoleh pendapatan, Misal: hak paten, hak cipta, franchise, merk dagang atau logo dan goodwill.

* Aset lain-lain (Other Asset) : Untuk menampung aset yang tidak bisa digolongkan sebagai aset lancar, investasi jangka panjang, aset tetap dan aset tetap tak berwujud. Misalnya; mesin yang tidak dipakai dalam operasi.

b. Kewajiban dapat digolongkan menjadi :

*Kewajiban Lancar (current liabilities) : Kewajiban lancara meliputi kewajiban yang harus diselesaikan dalam jangka pendek atau jangka satu tahun atau jangka satu siklus operasi normal perusahaan. Misalnya: hutang usaha, beban yang harus masih dibayar, pendapatan yang diterima dimuka, utang pajak, utang bunga.

* Kewajiban Jangka Panjang (long – term debts) : Kewajiban jangka panjang adalah kewajiban yang jatuh temponya melebihi satu periode akuntansi atau lebih dari satu tahun. Misalnya: utang hipotik, utang obligasi.

* Kewajiban lain-lain : Adalah kewajiban yang tidak bisa digolongkan ke kewajiban lancer dan kewajiban jangka panjang.

c. Ekuitas : Menunjukkan hak milik para pemilik aset perusahaan yang diukur atau ditentukan besarnya dengan menghitung selisih antara aset dan kewajiban. Jenis ekuitas berdasarkan bentuk perusahaan :
   
* Perusahaan perorangan
* Perusahaan persekutuan
* Perusahaan perseroan

2. LAPORAN RUGI / LABA BANK

Laporan rugi / laba (income statement) merupakan laporan yang menggambarkan jumlah penghasilan atau pendapatan dan biaya dari suatu perusahaan pada periode tertentu. Ada dua pendekatan sebagai dasar dalam dan menggolongkan, serta mengikhtisarkan transaksi transaksi yang terjadi dalam perusahaan, kedua pendekatan itu adalah:

* Dasar Tunai (Cash Basis) : Suatu sistem yang mengakui penghasilan pada saat uang tunai diterima dan mengakui beban pada saat mengeluarkan uang tunai. Metode ini cocok untuk perusahaan dengan skala kecil, karena mentode ini kurang tepat untuk mengakui laba atau rgi laba pada period tertentu.

* Dasar Waktu ( Akrual Basis ) : Yaitu suatu sistem yang mengakui pendapatan pada saat terjadinya transaksi, walaupun sudah atau belum menerima uang tunai dan mengakui beban pada saat terjadinya transaksi walaupun sudah atau belum mengeluarkan uang tunai. Metode ini sangat tepat untuk perusahaan yang melakukan transaksi secara kredit, karena laporan laba-rugi akan mencerminkan kondisi yang benar selama satu periode tertentu.


Dalam laporan laba-rugi, terdapat tiga rekening (akun) yang perlu dipahami dengan jelas, yaitu:

* Pendapatan : Adalah penghasilan yang timbul dari pelaksanaan akitivitas perusahaan yang biasa (reguler) dan dikenal dengan sebutan yang berbeda-beda, seperti; penjualan, penghasilan jasa (fee), bunga, deviden, royalti dan sewa.

* Beban : Adalah pengorbanan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas yang biasa (reguler), seperti beban pokok penjualan, beban gai, beban sewa, beban penyusutan aset tetap, beban asuransi, beban pajak, beban kerugian piutang, beban perlengkapan.

* Laba / Rugi : Laba terjadi bila pendapatan lebih besar dari beban-beban yang terjadi, sebaliknya rugi terjadi bila pendapatan lebih kecil dari pada beban-beban yang terjadi.

Untuk perusaahaan jasa, meliputi pendapatan atau penghasilan, beban operasi, laba operasi, pendapatan lain-lain, beban lain-lain, laba bersih, pajak penghasilan, laba bersih setelah pajak.
Dalam laporan laba-rugi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
           
Pendapatan; hasil dari pemberian jasa yang diberikan kepad pelanggan yang merupakan mata usaha pokok dan normal perusahaan. Misalnya; untuk perusahaan konsultan, maka pendapatannya berasal dari fee yang diberikan oleh pelanggan. Pendapatan salon kecantikan adalah ongkos yang pelayanan salon kepada pelanggannya, pendapatan rental komputer adalah sewa yang dibayar oleh pelanggan.

    Beban operasi, semua beban yang dikeluarkan atau terjadi dalam hubungannya dengan aktifitas operasi perusahaan. Misalnya; beban telepon, beban listrik dan telepon, beban rapat, beban suplies, beban penyusutan.

Laba operasi, merupakan selisih antara pendapatan dan beban operasi, sedangkan
pendapatan dan beban lain-lain merupakan pendapatan diluar pendapatan pokok perusahaan, seperti pendapatan bunga. Beban lain-lain adalah beban yang tidak berkaitan dengan kegiatan operasi pokok perusahaan, seprti rugi penjualan aset tetap dan beban bunga.

Laba bersih sebelum pajak, merupakan hasil pengurangan labs operasi dengan pendapatan dan beban lain-lain di luar operasi dan laba bersih setelah pajak yaitu pendapatan bersih perusahaan baik yang berasal dari kegiatan operasional perusahaan maupun non operasional, setelah dikurangi pajak penghasilan.

    3. LAPORAN KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF

    Aktiva diartikan sebagai jasa yang akan datang dalam bentuk uang atau jasa mendatang yang dapat ditukarkan menjadi uang (kecuali jasa-jasa yang timbul dari kontrak yang belum dijalankan kedua belah pihak secara sebanding) yang didalamnya terkandung kepentingan yang bermanfaat yang dijamin menurut hokum atau keadilan bagi orang atau sekelompok orang tertentu. Aktiva juga diartikan sebagai manfaat ekonomi yang sangat mungkin diperoleh atau dikendalikan oleh entitas tertentu pada masa mendatang sebagai hasil transaksi atau kejadian masa lalu (Marianus Sinaga, 1997).

Dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada bagian kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan, manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aktiva adalah potensi dari aktiva tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, arus kas dan setara kas kepada perusahaan. Potensi tersebut dapat berbentuk sesuatu yang produktif dan merupakan bagian dari aktivas operasional perusahaan. Mungkin pula berbentuk sesuatu yang dapat diubah menjadi kas atau setara kas atau berbentuk kemampuan untuk mengurangi pengeluaran kas, seperti penurunan biaya akibat penggunaan proses produksi alternatif. Sesuai dengan namanya aktifa produktif (earning assets) adalah aktiva yang menghasilkan kontribusi pendapatan bagi bank.

Contoh Kasus Aktiva Produktif Pada Bank Syariah

Sama halnya dengan perbankan konvensional, keberlangsungan usaha bank syariah sangat dipengaruhi oleh kualitas penanaman dana (aktiva produktif) yang dilakukan. Dalam perbankan syariah, yang dimaksud dengan aktiva produktif adalah penanaman dana bank syariah baik dalam rupiah maupun valuta asing dalam bentuk :

* Pembiayaan yaitu penyediaan dana dan atau tagihan berdasarkan akad mudaharabah dan atau pembiayaan lainnya berdasarkan prinsip bagi hasil.

 * Piutang yaitu tagihan yang timbul dari transaksi jual beli dan atau sewa berdasarkan akad    murabahan, salam, istishna dan atau ijarah.

* Qardh yaitu penyediaan dana ataru tagiahan antara bank syariah dengan pihak peminjam yang mewajibkan pihak peminjam melakukan pembayaran sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu.

* Surat berharga syariah yaitu surat bukti berinvestasi berdasarkan prinsip syariah yang lazim diperdagangkan dipasar uang dan atau pasar modal antara lain wesel, obligasi syariah, sertifikasi reksadana syariah dan surat berharga lainnya berdasarkan prinsip syariah.

* Penempatan yaitu penanaman dana bank syariah pada bank syariah lainnya dan atau bank perkreditan rakyat berdasarkan prinsisp syariah antara lain dalam bentuk giro dan atau tabungan wadiah, deposito berjangka dan atau tabungan muharabah, pembiayaan yang diberikan, sertifikat investasi mudharabah antar bank (IMA) dan atau bentuk-bentuk penempatan lainnya berdasarkan prinsip syariah.

* Penyertaan modal yaitu penanaman dana bank syariah dalam bentuk saham pada perusahaan yang bergerak dibidang keuangan syariah termasuk peneneman dalam bentuk surat utang konversi (convertible bonds) dengan opsi saham (equity options) atau jensi transakasi tertentu berdasarkan prinsisp syariah yang berakibat bank syariah memiliki atau akan memiliki saham pada perusahaan yang bergerak dibidang keuangan syariah.

* Penyertaan modal sementara yaitu penyertaan modal bank syariah dalam perusahaan nasabah untuk mengatasi kegagalan pembiayaan dan atau piutang (debt to equity swap) sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Bank Indonesia yang berlaku termasuk dalam bentuk surat utang konversi (convertible bonds) dengan opsi saham (equity options) atau jenis transaksi tertentu yang berakibat bank syariah memiliki atau akan memiliki saham pada perusahaan nasabah.

* Transaksi rekening administrasi yaitu komitmen dan kontijensi (off balance sheet) berdasarkan prinsip syariah yang terdiri atas bank garansi, akseptasi (endorsemen), irrevocable letter of credit (L/C) dan garansi lain berdasarkan prinsip syariah.

* Sertifikasi Wadiah Bank Indonesia (SWBI) yaitu sertifikat yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai bukti penitipan dana berjangka pendek dengan prinsip wadiah.
Kualitas semua bentuk penanaman dana (aktiva produktif) diatas menjadi standar pengukuran kinerja bank syariah. Untuk menjaga kinerja yang baik dan pengembangan usaha yang senantiahsa sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan prinsip syariah maka kualitas aktiva produktif perlu dijaga. Salah satu cara menjaga kualitas aktiva produktif adalah dengan menerapkan kebijakan alokasi dana baik menurut sector ekonomi, sektro industri maupun wilayah pemasaran. Misalnya sekian persen untuk pembiayaan sektor industri manufaktur, sekian persen untuk perdagangan dan sekian untuk penyertaan. Demikian juga dengan rasio antara pembiayaan dan sumber-sumber daya dengan memperhatikan penyebaran sumber daya dan penyebaran resiko sehingga aktiva produktif perusahaan benar-benar dapat menjadi kontribusi pendapatan bagi bank tersebut.

4. LAPORAN KOMITMEN DAN KONTIGENSI

Komitmen bank adalah suatu ikatan atau kontrak atau berupa janji yang tidak dapat dibatalkan (irrevocable) secara sepihak oleh bank, baik dalam rupiah maupun valuta asing, dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi. Komitmen ini dapat bersifat tagihan ataupun kewajiban bagi bank. Komitmen tagihan adalah komitmen yang diterima oleh bank dari pihak lain, sedangkan komitmen kewajiban adalah komitmen yang diberikan oleh bank kepada nasabah dan atau pihak lain.

Tagihan komitmen antara lain :

* Fasilitas pinjaman yang diterima dari pihak lain yang belum ditarik
* Posisi pembelian valuta asing dll.

Kewajiban komitmen antara lain :

* Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik
* Fasilitas kredit kepada bank lain yang belum ditarik
* Irrevocable L/C yang masih berjalan
* Posisi pembelian valuta asing dll

Kontigensi adalah suatu keadaan yang masih diliputi ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan , yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa dimasa yang akan datang. Pengungkapan akan peristiwa kontigensi diharuskan dalam laporan keuangan.



Tuesday, November 8, 2011

Penipuan dan Pengamanan Komputer


Proses penipuan
Penipuan sering dihubungkan dengan 3 hal yakni:
1.    Pencurian sesuatu yang berharga. Seperti uang, emas,suratberharga, atau bahkan data rahasia.
2.    Pencucian uang – Mengkonversi asset yang dicuri ke dalam uang tunai.
3.    Penyembunyian tindak/bukti kejahatan untuk menghindari penyelidikan.


Sedang bentuk-bentuk penipuan yang sering terjadi adalah:
1.    Lapping, atau yang sering disebut Skema Ponzi.
Dalam bahasa sederhana, ini adalah system “Gali lubang tutup lubang” Bentuknya adalah seperti ini:
- Korban dijanjikan memperoleh pendapatan uang banyak dalam suatu bisnis investasi.
- Uang tersebut aslinya diambil oleh sang penipu, tidak diinvestasikan.
- Agar meyakinkan, sang penipu memberikan korban uang muka perolehan pendapatan.
- Lalu dari mana uang itu berasal? Dari uang investasi korban yang lainnya!
2. Kitting alias Memancing.
- Di dalam skema perputaran (kiting), pelaku menutupi pencuriannya dengan cara menciptakan uang melalui transfer uang antar bank.
- Pelaku penipuan menyetorkan sebuah cek dari bank A ke bank B dan kemudian menarik uang.
- Ketika ada dana di bank A tidak cukup untuk menutup cek, maka pelaku memasukkan cek dari bank C ke bank A sebelum ceknya ke bank B dikliring.
- Ketika  bank C juga tidak memiliki dana yang cukup, cek (uang) harus dimasukkan ke bank C sebelum ceknya ke bank A dikliring.
- Skema ini akan terus berputar dengan proses pembuatan cek dan penyerahan cek, selama dibutuhkan untuk menghindari cek-cek tersebut ditolak.
Sebab – sebab terjadinya penipuan
1.    Tekanan
Tekanan mental atas beban kehidupan seringkali menjadi alasan mengapa seseorang berani melakukan tindak penipuan.
2. Peluang
Adanya peluang untuk mendapatkan keuntungan besar dengan cepat tanpa adanya orang yang menindak/mengendalikan seringkali membuat seseorang melakukan tindak penipuan.
3. Generalisasi/Rasionalisasi
Penilaian seseorang akan salah dan benar sangatlah subjektif, tergantung dari pengalaman dan posisi seseorang. Seringkali orang berpikir untuk membalas orang yang telah berbuat jahat kepada mereka dengan kembali membuat jahat kepada orang lain/membalas orang yang telah berbuat jahat. Mereka berpikir itu adalah hal yang benar.
Penipuan Komputer.
Departemen Kehakiman AS mendefinisikan penipuan computer sebagai berikut:
Tindak ilegal apapun yang membutuhkan pengetahuan teknologi komputer untuk melakukan tindakan awal penipuan, penyelidikan, atau pelaksanaannya
Contoh-contohnya:
- Pencurian, penggunaan, akses, modifikasi, penyalinan, dan perusakan software atau data secara tidak sah.
- Pencurian uang dengan mengubah catatan komputer atau pencurian waktu komputer.
- Pencurian atau perusakan hardware komputer.
- Penggunaan atau konspirasi untuk menggunakan sumber daya komputer dalam melakukan tindak pidana.
- Keinginan untuk secara ilegal mendapatkan informasi atau property berwujud melalui penggunaan komputer.
- Salah satu jenis penipuan komputer, yaitu spionase ekonomi yaitu pencurian informasi dan hak cipta intelektual, meningkat sebesar sedang berkembang sangat cepat.
Mencegah dan mendeteksi penipuan computer
Mencegah penipuan komputer
– Menggunakan praktik mempekerjakan dan memecat pegawai yang semestinya.
– Mengatur para pegawai yang merasa tidak puas.
– Melatih para pegawai mengenai standar keamanan dan pencegahan terhadap penipuan.
– Mengelola dan menelusuri lisensi software.
– Meminta menandatangani perjanjian kerahasiaan kerja.
– Mengembangkan sistem pengendalian internal yang kuat.
– Memisahkan tugas.
– Meminta pegawai mengambil cuti dan melakukan rotasi pekerjaan.
– Membatasi akses ke perlengkapan komputer dan file data.
– Mengenkripsi data dan program.
Mendeteksi penipuan computer
– Mengamankan saluran telepon dan sistem dari virus.
– Mengendalikan data yang sensitif.
– Mengendalikan komputer laptop.
– Mengawasi informasi hacker.
– Tetap menggunakan jaminan asuransi yang memadai.
– Menyimpan salinan cadangan program dan file data di dalam lokasi luar kantor yang aman.
– Mengembangkan rencana kontinjensi dalam hal kejadian penipuan.
– Menggunakan software untuk mengawasi kegiatan sistem dan untuk memulihkan diri dari akibat penipuan.


http://d3nd1mh.wordpress.com/2010/10/28/penipuan-dan/
http://widada.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/12742/Minggu+7.ppt
http://henmedya.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/20363/Tayangan+SIA-M7.pdf



Tuesday, October 4, 2011

Pengantar E-Business



Pengantar E-Business

Fenomenae-business telah menjadi trend yang mewarnai aktifitas bisnis baik di negara maju maupun berkembang. E-business sendiri merujuk pada seluruh penggunaan tingkat lanjut dalam teknologi informasi, khususnya teknologi jaringan dan komunikasi, untuk meningkatkan cara organisasi melakukan seluruh proses bisnisnya. E-business juga bukan hanya merupakan interaksi eksternal organisasi dengan: Para pemasok, pelanggan, investor, kreditor, pemerintah, dan media massa.


a.      Model-model e-business
·         B2C (Business to Consumers): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi, nilai uang yang dilibatkan lebih kecil, transaksi tidak sering terjadi, secara relatif sederhana
·         B2B (Business to Business): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi), Nilai uang yang dilibatkan lebih besar , Hubungan yang kuat dan berkelanjutan, Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan, Lebih kompleks.
·         B2G (Business to government): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi), Nilai uang yang dilibatkan lebih besar , Hubungan yang kuat dan berkelanjutan, Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan, Lebih kompleks.
·         B2E (Business to education): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi), Nilai uang yang dilibatkan lebih besar , Hubungan yang kuat dan berkelanjutan, Pemberian kredit oleh penjual ke pelanggan, Lebih kompleks.

b.      Pengaruh-pengaruh e-business atas proses bisnis.
·         Electronic Data Interchange (EDI) : adalah protokol Standar, ada sejak era tahun 1970, untuk secara elektronik mentransfer (mengirimkan) informasi antar organisasi serta dalam berbagai proses bisnis. EDI: Meningkatkan tingkat akurasi , mengurangi biaya.
·         Electronic Data Interchange (EDI) yang terintegrasi : Untuk mendapatkan seluruh manfaat EDI membutuhkan integrasi antara EDI dengan SIA perusahaan.




c.       Factor-faktor keberhasilan e-business
·         Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk dalam e-business.
1.        Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan.
2       Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun, yaitu : Validitas, Integritas, dan Privasi.

d.      Infrastruktur untuk e-business.

·         Jenis-jenis Jaringan :
-          Local area networks (LANs) dapat dikonfigurasikan dalam satu untuk tiga cara dasar, yaitu:
1.      Konfigurasi Bintang: Konfigurasi bintang adalah cara termahal untuk membangun LAN karena membutuhkan banyak sekali kabel untuk menghubungkannya.


2.      Konfigurasi Cincin : Di dalam konfigurasi cincin, setiap titik secara langsung terhubung dengan dua titik lainnya.

3.      Konfigurasi Bus : Di dalam konfigurasi bus, setiap peralatan dihubungkan dengan saluran utama, disebut bus. Pengendalian komunikasi didesentralisasikan melalui jaringan bus.

·    Software komunikasi : mengelola aliran data melalui suatu jaringan, Software ini melaksanakan fungsi-fungsi berikut ini:
-          Pengendali akses
-          Pengelolaan jaringan
-          Pengiriman data dan file
-          Pendeteksi dan pengendalian kesalahan
-          Keamanan data.




Tuesday, April 19, 2011

KETAHANAN NASIONAL

LATAR BELAKANG
Sejak merdeka negara Indonesia tidak luput dari gejolak dan ancaman yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa. Tetapi bangsa Indonesia mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya dari agresi Belanda dan mampu menegakkan wibawa pemerintahan dari gerakan separatis.

Ditinjau dari geopolitik dan geostrategi dengan posisi geografis, sumber daya alam dan jumlah serta kemampuan penduduk telah menempatkan Indonesia menjadi ajang persaingan kepentingan dan perebutan pengaruh antar negara besar. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak negatif terhadap segenap aspek kehidupan sehingga dapat mempengaruhi dan membahayakan kelangsungan hidup dan eksitensi NKRI.

Untuk itu bangsa Indonesia harus memiliki keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga berhasil mengatasi setiap bentuk tantangan ancaman hambatan dan gangguan dari manapun datangnya.

POKOK-POKOK PIKIRAN


1. Manusia Berbudaya
Manusia dikatakan mahluk sempurna karena memiliki naluri, kemampuan berpikir, akal, dan ketrampilan, senantiasa berjuang mempertahankan eksistensi, pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya, berupaya memenuhi baik materil maupun spiritual. Oleh karena itu manusia berbudaya akan selalu mengadakan hubungan-hubungan dengan: Agama, Idiologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Seni/Budaya, IPTEK, dan Hankam.

2. Tujuan Nasional Falsafah Bangsa dan Idiologi Negara
Tujuan nasional menjadi pokok pikiran ketahanan nasional karena sesuatu organisasi dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan akan selalu berhadapan dengan masalah-masalah internal dan eksternal sehingga perlu kondisi yang siap menghadapi

PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL INDONESIA

Kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang berintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan ancaman hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Untuk menjamin identitas, integritas kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.
Konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh berlandaskan Pancasila, UUD 45 dan Wasantara.
Kesejahteraan = Kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata rohani dan jasmani.
Keamanan = Kemampuan bangsa Indonesia melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.

HAKEKAT KETAHANAN NASIONAL DAN KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
1. Hakekat Ketahanan Nasional Indonesia = Keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup dan tujuan negara.
2. Hakekat Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia = Pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan nasional.
ASAS-ASAS KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
1. Kesejahteraan dan keamanan
2. Komprehensif Integral (Menyeluruh Terpadu)
3. Mawas kedalam dan keluar
4. Kekeluargaan
SIFAT KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
1. Mandiri = Percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri bertumpu pada identitas, integritas dan kepribadian. Kemandirian merupakan prasyarat menjalin kerjasama yang saling menguntungkan
2. Dinamis = Berubah tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategis.
3. Wibawa = Pembinaan ketahanan nasional yang berhasil akan meningkatkan kemampuan bangsa dan menjadi faktor yang diperhatikan pihak lain.
4. Konsultasi dan Kerjasama = Sikap konsultatif dan kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.
PENGARUH ASPEK KETAHANAN NASIONAL PADA KEHIDUPAN BERNEGARA
Ketahanan nasional merupakan gambaran dari kondisi sistem (tata) kehidupan nasional dalam berbagai aspek pada saat tertentu. Tiap-tiap aspek relatif berubah menurut waktu, ruang dan lingkungan terutama pada aspek-aspek dinamis sehingga interaksinya menciptakan kondisi umum yang sulit dipantau karena sangan komplek.
Konsepsi ketahanan nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan, yaitu:
  1. Aspek alamiah (Statis)
a. Geografi b. Kependudukan c. Sumber kekayaan alam
  1. Aspek sosial (Dinamis)
a. Ideologi
b. Politik
c. Ekonomi
d. Sosial budaya
e. Ketahanan keamanan 

PENGARUH ASPEK IDEOLOGI
Ideologi ; Suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi.
Dalam Ideologi terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh bangsa. Keampuhan ideologi tergantung pada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. Suatu ideologi bersumber dari suatu aliran pikiran/falsafah dan merupakan pelaksanaan dari sistem falsafah itu sendiri.
1. IDEOLOGI DUNIA
a. Liberalisme(Individualisme)
Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat (kontraksosial). Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa terkecuali atas persetujuan dari yang bersangkutan. Paham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik) yaitu kebebasan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individu secara mutlak. Tokoh:
Thomas Hobbes, John Locke, J.J. Rousseau, Herbert Spencer, Harold J. Laski
b. Komunisme(ClassTheory)
Negara adalah susunan golongan (kelas) untuk menindas kelas lain.
Golongan borjuis menindas golongan proletar (buruh), oleh karena itu kaum buruh dianjurkan mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan negara dari kaum kapitalis & borjuis, dalam upaya merebut kekuasaan / mempertahankannya, komunisme,akan:

1.
Menciptakan situasi konflik untuk mengadu golongan-golongan tertentu serta menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
2. Atheis, agama adalah racun bagi kehidupan masyarakat.
3. Mengkomuniskan dunia, masyarakat tanpa nasionalisme.
4.
Menginginkan masyarakat tanpa kelas, hidup aman, tanpa pertentangan, perombakan masyarakat dengan revolusi.
c. PahamAgama
Negara membina kehidupan keagamaan umat dan bersifat spiritual religius. Bersumber pada falsafah keagamaan dalam kitab suci agama. Negara melaksanakan hukum agama dalam kehidupan dunia.
2. IDEOLOGI PANCASILA
Merupakan tatanan nilai yang digali (kristalisasi) dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia. Kelima sila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung didalamnya.
Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan yang dari luar/dalam, langsung/tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia.
Untuk mewujudkannya diperlukan kondisi mental bangsa yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara serta pengamalannya yang konsisten dan berlanjut.
Untuk memperkuat ketahanan ideologi perlu langkah pembinaan sebagai berikut:
1. Pengamalan Pancasila secara obyektif dan subyektif.
2. Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu direlevansikan dan diaktualisasikan agar mampu membimbing dan mengarahkan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.
3. Bhineka Tunggal Ika dan Wasantara terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang majemuk sebagai upaya untuk menjaga persatuan bangsa dan kesatuan wilayah.
4. Contoh para pemimpin penyelenggara negara dan pemimpin tokoh masyarakat merupakan hal yang sangat mendasar.
5. Pembangunan seimbang antara fisik material dan mental spiritual untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekularisme
6. Pendidikan moral Pancasila ditanamkan pada anak didik dengan cara mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain

PENGARUH ASPEK POLITIK

Politik berasal dari kata politics dan atau policy yang berarti kekuasaan (pemerintahan) atau kebijaksanaan.
Politik di Indonesia:
1.DalamNegeri
Adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD ’45 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam satu system yang unsur-unsurnya:
a.StrukturPolitik
Wadah penyaluran pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat dan sekaligus wadah dalam menjaring/pengkaderan pimpinan nasional
b.ProsesPolitikRangkaian pengambilan keputusan tentang berbagai kepentingan politik maupun kepentingan umum yang bersifat nasional dan penentuan dalam pemilihan kepemimpinan yang akhirnya terselenggara pemilu.c.BudayaPolitikPencerminan dari aktualisasi hak dan kewajiban rakyat dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara yang dilakukan secara sadar dan rasional melalui pendidikan politik dan kegiatan politik sesuai dengan disiplinnasional.d.KomunikasiPolitik
Hubungan timbal balik antar berbagai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, baik rakyat sebagai sumber aspirasi maupun sumber pimpinan-pimpinan nasional
2.LuarNegeri

Salah satu sasaran pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa.
Landasan Politik Luar Negeri = Pembukaan UUD ’45, melaksanakan
ketertiban dunia, berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial dan anti penjajahan karena tidak sesuai dengan kemanusiaan dan keadilan.

Politik Luar Negeri Indonesia adalah bebas dan aktif.

Bebas = Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
Aktif = Indonesia dalam percayuran internasional tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi obyek, tetapi berperan atas dasar cita-citanya.
Untuk mewujudkan ketahanan aspek politik diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang bersadarkan Pancasila UUD ‘45
Ketahanan pada aspek politik dalam negeri = Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum, mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat. Kepemimpinan nasional yang mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat
Ketahanan pada aspek politik luar negeri = meningkatkan kerjasama internasional yang saling menguntungkan dan meningkatkan citra positif Indonesia. Kerjasama dilakukan sesuai dengan kemampuan dan demi kepentingan nasional.

Perkembangan, perubahan, dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji dengan seksama.memperkecil ketimpangan dan mengurangi ketidakadilan dengan negara industri maju. Mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melindungi kepentingan Indonesia dari kegiatan diplomasi negatif negara lain dan hak-hak WNI di luar negeri perlu ditingkatkan
PENGARUH ASPEK EKONOMI
Perekonomian:
1. Aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat meliputi: produksi, distribusi, dan konsumsi barang-barang jasa
2. Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara individu maupun kelompok, serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan.

Sistem perekonomian yang diterapkan oleh suatu negara akan memberi corak terhadap kehidupan perekonomian negara yang bersangkutan. Sistem perekonomian liberal dengan orientasi pasar secara murni akan sangat peka terhadap pengaruh-pengaruh dari luar, sebaliknya sistem perekonomian sosialis dengan sifat perencanaan dan pengendalian oleh pemerintah kurang peka terhadap pengaruh-pengaruh dari luar.
Perekonomian Indonesia = Pasal 33 UUD ‘45
Sistem perekonomian sebagai usaha bersama berarti setiap warga negara mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam menjalankan roda perekonomian dengan tujuan untuk mensejahterakan bangsa. Dalam perekonomian Indonesia tidak dikenal monopoli dan monopsoni baik oleh pemerintah/swasta. Secara makro sistem perekonomian Indonesia dapat disebut sebagai sistem perekonomian kerakyatan.
Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemampuan rakyat.
Untuk mencapai tingkat ketahanan ekonomi perlu pertahanan terhadap berbagai hal yang menunjang, antara lain:
  1. Sistem ekonomi Indonesia harus mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata.
  2. EkonomiKerakyatanMenghindari:
    a. Sistem
    free fight liberalism: Menguntungkan pelaku ekonomi yang kuat.
    b. Sistem
    Etastisme: Mematikan potensi unit-unit ekonomi diluar sektor negara.
    c.
    Monopoli: Merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial.
  3. Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang antara sektor pertanian, perindustrian dan jasa.
  4. Pembangunan ekonomi dilaksanakan sebagai usaha bersama dibawah pengawasan anggota masyarakat memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat secara aktif.
  5. Pemerataan pembangunan.
  6. Kemampuan bersaing.

PENGARUH ASPEK SOSIAL BUDAYA

Sosial = Pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, senasib, sepenanggungan, solidaritas yang merupakan unsur pemersatu
Budaya = Sistem nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan cipta rasa dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama serta merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan.
Kebudayaan diciptakan oleh faktor organobiologis manusia, lingkungan alam, lingkungan psikologis, dan lingkungan sejarah.
Dalam setiap kebudayaan daerah terdapat nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh budaya asing (local genuis). Local genuis itulah pangkal segala kemampuan budaya daerah untuk menetralisir pengaruh negatif budaya asing.
Kebuadayaan nasional merupakan hasil (resultante) interaksi dari budaya-budaya suku bangsa (daerah) atau budaya asing (luar) yang kemudian diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. Interaksi budaya harus berjalan secara wajar dan alamiah tanpa unsur paksaan dan dominasi budaya terhadap budaya lainnya.
Kebudayaan nasional merupakan identitas dan menjadi kebanggaan Indonesia. Identitas bangsa Indonesia adalah manusia dan masyarakat yang memiliki sifat-sifat dasar:
- Religius
- Kekeluargaan
- Hidup seba selaras
- Kerakyatan

Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional, yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
yang maha esa, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.
PENGARUH ASPEK HANKAM
Pertahanan Keamanan Indonesia=> Kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem ketahanan keamanan negara dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan negara RI.
Pertahanan keamanan negara RI dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan, menggerakkan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi.
Penyelenggaraan ketahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungi utama dari pemerintahan dan negara RI dengan TNI dan Polri sebagai intinya, guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia.
Wujud ketahanan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara (Hankamneg) yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman.
Postur kekuatan pertahanan keamanan mencakup:
- Struktur kekuatan
- Tingkat kemampuan
- Gelar kekuatan

Untuk membangun postur kekuatan pertahanan keamanan melalui empat
pendekatan:
1. Ancaman
2. Misi
3. Kewilayahan
4. Politik
Pertahanan diarahkan untuk menghadapi ancaman dari luar dan menjadi tanggung jawab TNI. Keamanan diarahkan untuk menghadapi ancaman dari dalam negeri dan menjadi tanggung jawab Polri.
TNI dapat dilibatkan untuk ikut menangani masalah keamanan apabila diminta atau Polri sudah tidak mampu lagi karena eskalasi ancaman yang meningkat ke keadaan darurat.
Secara geografis ancaman dari luar akan menggunakan wilayah laut dan udara untuk memasuki wilayah Indonesia (initial point). Oleh karena itu pembangunan postur kekuatan pertahanan keamanan masa depan perlu diarahkan kepada pembangunan kekuatan pertahanan keamanan secara proporsional dan seimbang antara unsur-unsur utama.
Kekuatan Pertahanan = AD, AL, AU. Dan unsur utama Keamanan = Polri.
Gejolak dalam negeri harus diwaspadai karena tidak menutup kemungkinan mengundang campur tangan asing (link up) dengan alasan-alasan:
- Menegakkan HAM
- Demokrasi
- Penegakan hukum
- Lingkungan hidup
Mengingat keterbatasan yang ada, untuk mewujudkan postur kekuatan pertahanan keamanan kita mengacu pada negara-negara lain yang membangun kekuatan pertahanan keamanan melalui pendekatan misi yaitu = untuk melindungi diri sendiri dan tidak untuk kepentingan invasi (standing armed forces):
1. Perlawanan bersenjata = TNI, Polri, Ratih (rakyat terlatih) sebagai fungsi perlawanan rakyat.
2. Perlawanan tidak bersenjata = Ratih sebagai fungsi dari TIBUM, KAMRA, LINMAS
3. Komponen pendukung = Sumber daya nasional sarana dan prasarana serta perlindungan masyarakat terhadap bencana perang.
Ketahanan pada Aspek Pertahanan Keamanan
  1. Mewujudkan kesiapsiagaan dan upaya bela negara melalui penyelenggaraan SISKAMNAS.
  2. Indonesia adalah bangsa cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan.
  3. Pembangunan pertahanan keamanan ditujukan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas keamanan.
  4. Potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan harus dilindungi.
  5. Mampu membuat perlengkapan dan peralatan pertahanan keamanan.
  6. Pembangunan dan penggunaan kekuatan pertahanan keamanan diselenggarakan oleh manusia-manusia yang berbudi luhur, arif, bijaksana, menghormati HAM, menghayati nilai perang dan damai.
  7. TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang berpedoman pada Sapta Marga.
  8. Polri sebagai kekuatan inti KAMTIBMAS berpedoman pada Tri Brata dan Catur Prasetya.