Showing posts with label Serba Sepuluh. Show all posts
Showing posts with label Serba Sepuluh. Show all posts

Monday, February 27, 2012

10 Kesalahpahaman Tentang Korea Selatan


Korea Selatan Terletak antara Cina: negara dunia dengan penduduk paling banyak, Jepang: Kiblatnya budaya Asia Timur, dan Korea Utara: negara aneh yang gila perang . Tidak mengherankan kemudian, jika Korea Selatan sering memudar ke dalam budaya campuran. Korea Selatan adalah negara fantastis yang layak untuk mendapatkan perhatian lebih . Dan ada banyak kesalahpahaman pandangan orang tentang negara ini.

1. Korea Selatan Cinta Amerika

 
Ketika Anda bertanya pada orang Amerika rata-rata apa yang mereka ketahui tentang Korea Selatan adalah ‘Perang Korea’. Asumsi bahwa AS adalah ‘Penyelamat besar yang datang untuk membantu mereka dan bahwa bangsa Korea sangat berterima kasih kepadanya’ itu tidak sepenuhnya benar.

Banyak warga Korsel percaya bahwa ‘Perang Korea’ hanya pertempuran antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dimana mereka hanya pion-pion yang saling diadu. Setelah perang, tentara Amerika yang ditempatkan di Korea telah menyebabkan banyak masalah, dan menggambarkan persoalan sosial yang sangat besar.

Ada banyak sekali contoh ini, tapi diantaranya ada dua peristiwa yang menjadi sorotan. Peristiwa itu adalah ketika kecelakaan kendaraan lapis baja 2002 milik AS yang sedang melaju kencang tanpa memperdulikan warga Korea di sekitarnya dan melindas dua anak perempuan sekolah menengah dan juga peristiwa insisden 2011 dimana Pfc. Kevin Flippin menerobos masuk ke rumah warga dan berulang kali memperkosa gadis Korea berusia 18 thn.

2. Korea Selatan Negeri yang Tercemar Polusi



Berbicara dengan orang Korea yang lebih tua, Anda akan mendengar kisah tentang tahun-tahun setelah ‘Perang Korea’. Mereka mengatakan semua pohon sudah hilang dari pegunungan. Tidak ada makanan, banyak Anak meninggal. Itu tidak terjadi sekarang. Korea memiliki PDB tertinggi nomor 15 di dunia. Hal ini sangat baik dikembangkan dengan lampu-lampu neon bersinar dimana pun Anda pergi. Udara sebagian besar bersih dan pemandangan di daerah pegunungan yang menawan.

Cina di dekatnya tapi percayalah, ini bukan Cina. Lagu di klip di atas adalah Arirang – sebuah lagu nasional di Korea yang menggugah emosi semua orang Korea (Korea Selatan dan Utara).

3. Korea Selatan Penuh Sesak



Satu foto yang masuk ke pikiran ketika banyak yang berpikir bahwa Korea Selatan mirip dengan sebuah sungai rambut hitam di Asia yang mengalir turun ke trotoar atau mengalir masuk dan keluar dari kereta. Mungkin akan menjadi pengalaman yang aneh ketika Anda pertama kali menemukan diri Anda dalam sebuah kereta bawah tanah penuh dengan orang Korea, tapi itu tidak benar. Kebenaran adalah bahwa populasi Korea yang sangat padat ada di wilayah Seoul, tapi itu hanya sebagian kecil dari Korea.

Tempat-tempat seperti Pulau Jeju dan Provinsi Gangwon adalah fitur lanskap yang menakjubkan dan tidak padat penduduknya.

4. Selatan Takut Pada Utara


Baru – baru ini ada berita tentang ancaman Korea Utara yang akan Meluluh lantakkan Seoul menjadi debu. Namun orang – orang Korea Selatan sama sekali tidak terlihat panik. tidak terjadi penjarahan, tidak terjadi belanja massal untuk stok di perlindungan, ataupun tidak terjadi pembelian/pembuatan perahu untuk melarikan diri.

Mereka sudah kenyang dengan ancaman Korea Utara selama 50 tahun terakhir ini, dan Korea Utara hanya pernah sedikit berbuat kekerasan kepada Korea selatan di wilayah yang terpencil pula.

Dan Yang mengejutkan lagi secara teknis Korea Utara dan Selatan masih dalam keadaan perang, karena belum ada perjanjian pemberhentian perang antara keduanya. Yang ada hanya genjatan senjata untuk menghentikan pertempuran sementara waktu.

5. Mayoritas Korea Selatan Pemeluk Buddhis


Korea Selatan sekitar 22% pemeluk Budha, 29% Kristen, 46% Atheist, dan 3% sisanya tersebar di berbagai agama-agama lain. Saat Anda berjalan melalui jalan-jalan Seoul sulit untuk melewatkan neon merah yang hampir berdiri setiap gereja. Bahkan, Gereja Yoido Kendali Injil adalah gereja terbesar di dunia dengan sekitar satu juta anggota. Buddhisme sangat berpengaruh sepanjang sejarah Korea telah menjadi semakin kurang populer dalam perjuangan untuk bertahan hidup di tengah-tengah Korea yang terus berkembang .

6. Orang Korea Selatan Kebanyakan Berbadan Tipis

Bila kita membayangkan warga Korea yang terbayang adalah gadis-gadis bertubuh langsing dan berpinggang kecil, dikurangi pegulat Sumo. Tadinya mungkin warga Korsel bertubuh tipis, tapi tidak dengan sekarang!



Sejak booming keuangan di tahun tujuh puluhan, Korea Selatan telah menyambut banyak rantai makanan cepat saji dan waralaba pizza. Dan seperti sudah bisa anda duga, pengenalan mereka dengan makanan barat telah cukup berpengaruh pada lingkar pinggang banyak orang. Namun demikian, Korea (dan Jepang) adalah orang-orang terkurus di dunia per kapita.

7. Wanita Korea Selatan Penurut

Jika Anda punya beberapa gambar bahwa perempuan Korsel memasak makanan dan diam-diam membersihkan rumah, sementara pria bekerja dari sembilan sampai jam lima, sebagian Anda salah. Memang benar bahwa Korea Selatan adalah masyarakat yang sangat patriarkal tetapi wanita Korea bukan wanita yang tidak berdaya seperti yang Anda bayangkan.

Para ajumma (perempuan Korea yang menikah) terkenal sebagai wanita yang kuat dan menentukan. Jika ada kursi kosong di kereta bawah tanah, ajumma akan menghalalkan berbagai cara untuk mendapat kursi kosong tersebut. Sang suami mungkin akan membawa pulang uang, tetapi ia belum tentu menjadi bos di rumah. Dan Istrilah yang selalu mengontrol keuangan dan memutuskan hampir semua keputusan di dalam rumah tangga.

8. Orang Korea Selatan Rajin

Ya, Korea Selatan mendapat ranking ke- 7 pada indeks Pendidikan Bangsa Bangsa untuk alasan yang cukup baik. Korea serius tentang pendidikan. Bahkan Obama memuji pendidikan 13 jam sehari untuk anak Korea Selatan di dalam kelas.Tapi dia tidak mengatakan bahwa pendidikan publik di korsel sangat mirip dengan Amerika Serikat.


Siswa yang menghabiskan banyak waktunya di kelas memiliki orang tua yang bersedia dan mampu membaiayai program setelah selesai sekolah dan akademi pendidikan swasta. Jadi, orangtua kaya di Seoul dan daerah sekitarnya cenderung memiliki anak yang cukup rajin. Tetapi itu bukan jaminan. Mahasiswa Korea sering memberontak terhadap sistem pendidikan yang melelahkan dan mulai bekerja setelah lulus sekolah menengah (seperti Indonesia).

Stereotip ‘rajin’ mungkin muncul dari siswa pertukaran Korea yang belajar di Barat. Siswa-siswa ini berasal dari keluarga yang sangat kaya. Pendapatan rata-rata di Korea Selatan adalah $ 2300 per bulan.

9. Korea Selatan Didominasi oleh Cina atau Jepang

Tidak ada keraguan bahwa Korea diposisikan dalam tempat yang sulit antara pusat-pusat kekuatan militer Jepang dan Cina. Sepanjang sejarah, Korea telah melakukan pertempuran dengan baik dan mereka kadang-kadang menang. Sebenarnya mereka mempertahankan kemandirian mereka selama lebih dari lima ratus tahun dalam periode yang disebut Dinasti Joseon. Mereka menemukan sebuah kapal perang besi berlapis yang sangat efektif dalam pertempuran laut mereka, serta Hwacha, yang meluncurkan 100 – 200 panah berapi pada musuh mereka.

Dinasti besar dan kuat di Korea hanya bisa dikalahkan oleh Jepang yang waktu itu Jepang sudah memperoleh persenjataan modern dari Barat. Untuk hari ini, Korea melestarikan warisan budaya mereka sendiri yang unik yang bisa mereka banggakan.

10. Korea Selatan, “Irlandia” Asia

Ketika orang mengatakan ini, mereka mengacu pada alkoholisme, temperamen yang berapi-api dan memiliki seorang tetangga kuat besar yang telah merampok negara mereka berkali-kali. Tentu saja, Korea dan Jepang memiliki sejarah panjang yang sama dengan Irlandia dan Inggris, tetapi mereka tidak berarti sama.

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, Korea selama bertahun-tahun menikmati kemakmuran dan keamanan selama Dinasti Joseon. Memang benar bahwa Korea Selatan memiliki apresiasi yang baik dari alkohol. Mereka juga memiliki “temperamen yang berapi-api” dibandingkan dengan Jepang.

Jepang dan Inggris keduanya didefinisikan sebagai tetangga mereka (Korea-Irlandia) yang liar dan sembrono, meskipun ada kemungkinan bahwa ini adalah masalah kurangnya generalisasi fakta dan intoleransi budaya.

(Litsverse/bu)

Thursday, February 23, 2012

Belajar Motivasi Dari Seekor Tikus


Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam.
"Hmmm... makanan  apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??".

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus.  Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak ,

Ia mendatangi ayam dan berteriak  "Ada perangkap tikus"
Sang Ayam berkata
" Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku "

 Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.
 Lalu sang Kambing pun berkata "Aku turut bersimpati.. . tapi maaf, tidak ada yang bisa aku lakukan".

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.
"Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali" .

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular.
Sang ular berkata "Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"
Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya yang berbunyi.  Menandakan perangkapnya telah memakan korban. Namun ketika melihat perangkap
tikusnya, seekor ular berbisa telah terjebak di sana. Ekor ular yang terjepit membuatnya semakin ganas dan menyerang istri si Petani. Walaupun sang Suami berhasil membunuh ular tersebut, namun sang istri sempat tergigit dan teracuni oleh bisa ular tersebut.

Setelah beberapa hari di rumah sakit, sang istri sudah diperbolehkan pulang. Namun selang beberapa hari kemudian demam tinggi yang tak turun-turun juga. Atas saran kerabatnya, ia membuatkan isterinya sup ayam untuk menurunkan demamnya. Semakin hari bukannya semakin sembuh, justru semakin tinggi demam isterinya.

Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk diambil hatinya. Masih! Istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga ia harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan dirumah itu lagi.

Nilai-nilai yang bisa kita ambil dari kisah di atas, suatu ketika Anda mendengar seseorang sedang dalam kesulitan atau masalah dan Anda mengira itu bukan urusan Anda, maka pikirkanlah sekali lagi.

Sumber : sourceflame.blogspot.com

Thursday, February 9, 2012

Situs Warisan Dunia UNESCO di Indonesia

 


Indonesia kita ini begitu indah dan kaya akan budaya, alam, dan lainnya. begitu banyak yang dimiliki Indonesia yang tak dimiliki negara lain. berikut ini secuil kekayaan Indonesia yang masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO. Dan mudah-mudahan kekayaan lainnya segera menyusul untuk masuk dalam jajaran ini.

1. Benteng Belgica


Benteng Belgica pada awalnya adalah sebuahbenteng yang dibangun oleh bangsa Portugis pada abad 16 di Pulau Neira, Maluku. Lama setelah itu, di lokasi benteng Portugis tersebut kemudian dibangun kembali sebuah benteng oleh VOC atas perintah Gubernur Jendral Pieter Both pada tanggal 4 September 1611. Benteng tersebut kemudian diberi nama Fort Belgica, sehingga pada saat itu, terdapat dua buah benteng di Pulau Neira yaitu; Benteng Belgica dan Benteng Nassau. Benteng ini dibangun dengan tujuan untuk menghadapi perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC. Pada tanggal 9 Agustus 1662, benteng ini selesai diperbaiki dan diperbesar sehingga mampu menampung 30 – 40 serdadu yang bertugas untuk menjaga benteng tersebut. Kemudian pada tahun 1669, benteng yang telah diperbaiki tersebut dirobohkan, dan sebagian bahan bangunannya digunakan untuk membangun kembali sebuah benteng di lokasi yang sama. Pembangunan kali ini dilaksanakan atas perintah Cornelis Speelman. Seorang insinyur bernama Adrian Leeuw ditugaskan untuk merancang dan mengawasi pembangunan benteng yang menelan biaya sangat besar ini. Selain menelan biaya yang sangat besar (309.802,15 Gulden), perbaikan kali ini juga memakan waktu yang lama untuk meratakan bukit guna membuat pondasi benteng yaitu sekitar 19 bulan. Biaya yang besar tersebut juga disebabkan karena banyak yang dikorupsi oleh mereka yang terlibat dalam perbaikan benteng ini. Akhirnya benteng ini selesai pada tahun 1672. Sepuluh tahun kemudian komisaris Robertus Padbrugge ditugaskan untuk memeriksa pembukuan pekerjaan tersebut, tetapi ia tidak berhasil dalam tugasnya tersebut. Hal ini dikarenakan banyak tuan tanah yang beranggapan bahwa biaya tersebut tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan hasilnya, sebuah benteng yang hebat dan mengagumkan. Karena hal tersebut, Padbrugge menghentikan penyelidikannya. Walaupun benteng tersebut dikatakan sangat hebat dan mengagumkan, tetapi masalah bagaimana untuk mencukupi kebutuhan air dalam benteng masih juga belum terpecahkan. Setelah menimbang-nimbang apakah akan menggali sebuah sumur atau membuat sebuah bak penampungan air yang besar atau membuat empat buah bak penampungan air yang lebih kecil, akhirnya diputuskan untuk menggali sebuah sumur di dekat benteng dan menghubungkannya dengan sebuah bak penampung air berbentuk oval yang dibuat di tengah halaman dalam benteng. Pada tahun 1795, benteng ini dipugar oleh Francois van Boeckholtz—Gubernur Banda yang terakhir. Pemugaran ini dilaksanakan juga di beberapa benteng-benteng lain sebagai persiapan untuk menghadapi serangan Inggris. Satu tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 8 Maret 1796, benteng Belgica diserang dan berhasil direbut oleh pasukan Inggris. Dengan jatuhnya benteng ini, Inggris dengan mudah dapat menguasai Banda. Pada tahun 1803 dilaporkan, setiap kali ada satu kapal yang berlabuh, diadakan upacara band militer setiap jam 5 pagi dan jam 8 malam di benteng Belgica dan Nassau. Setiap hari Kamis dan Senin dilakukan pawai militer pada jam 6.30 pagi. Pergantian jaga dilakukan setiap pagi, siang dan malam pada kedua benteng tersebut, sehingga hampir setiap jam masyarakat yang tinggal dekat kedua benteng tersebut dapat melihat parade militer dan mendengarkan musik dari band militer. Benteng Belgica telah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1995.

2. Borobudur


Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang didalamnya terdapat arca buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma). Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan. Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia. Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan, tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah obyek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

3. Candi Prambanan


Candi Rara Jonggrang atau Lara Jonggrang yang terletak di Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di pulau Jawa, kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya. Tidak lama setelah dibangun, candi ini ditinggalkan dan mulai rusak.Pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda, kemudian pada tahun 1855 Jan Willem IJzerman mulai membersihkan dan memindahkan beberapa batu dan tanah dari bilik candi. beberapa saat kemudian Isaäc Groneman melakukan pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan di sepanjang Sungai Opak. Pada tahun 1902-1903, Theodoor van Erp memelihara bagian yang rawan runtuh. Pada tahun 1918-1926, dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala (Oudheidkundige Dienst) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih metodis dan sistematis, sebagaimana diketahui para pendahulunya melakukan pemindahan dan pembongkaran beribu-ribu batu tanpa memikirkan adanya usaha pemugaran kembali.Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir hayatnya pada tahun 1930. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. van Romondt hingga pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada putra Indonesia dan itu berlanjut hingga tahun 1993. Banyak bagian candi yang direnovasi, menggunakan batu baru, karena batu-batu asli banyak yang dicuri atau dipakai ulang di tempat lain. Sebuah candi hanya akan direnovasi apabila minimal 75% batu asli masih ada. Oleh karena itu, banyak candi-candi kecil yang tak dibangun ulang dan hanya tampak fondasinya saja. Sekarang, candi ini adalah sebuah situs yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1991. Antara lain hal ini berarti bahwa kompleks ini terlindung dan memiliki status istimewa, misalkan juga dalam situasi peperangan. Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m. Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil. Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta. Candi Siwa di tengah-tengah, memuat empat ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin. Sementara yang pertama memuat sebuah arca Batara Siwa setinggi tiga meter, tiga lainnya mengandung arca-arca yang ukuran lebih kecil, yaitu arca Durga, sakti atau istri Batara Siwa, Agastya, gurunya, dan Ganesa, putranya. Arca Durga juga disebut sebagai Rara atau Lara/Loro Jongrang (dara langsing) oleh penduduk setempat. Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara dan satunya dipersembahkan kepada Batara Brahma, yang menghadap ke arah selatan. Selain itu ada beberapa candi kecil lainnya yang dipersembahkan kepada sang lembu Nandini, wahana Batara Siwa, sang Angsa, wahana Batara Brahma, dan sang Garuda, wahana Batara Wisnu. Lalu relief di sekeliling dua puluh tepi candi menggambarkan wiracarita Ramayana. Versi yang digambarkan di sini berbeda dengan Kakawin Ramayana Jawa Kuno, tetapi mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi lisan. Selain itu kompleks candi ini dikelilingi oleh lebih dari 250 candi yang ukurannya berbeda-beda dan disebut perwara. Di dalam kompleks candi Prambanan terdapat juga museum yang menyimpan benda sejarah, termasuk batu Lingga batara Siwa, sebagai lambang kesuburan. Pada 27 Mei 2006 gempa bumi dengan kekuatan 5,9 skala Richter (sementara United States Geological Survey melaporkan kekuatan gempa 6,2 pada skala Richter) menghantam daerah Bantul dan sekitarnya. Gempa ini menyebabkan kerusakan hebat terhadap banyak bangunan dan kematian pada penduduk di sana. Salah satu bangunan yang rusak parah adalah kompleks Candi Prambanan, khususnya Candi Brahma.

4. Taman Nasional Gunung Leuser


Taman Nasional Gunung Leuser biasa disingkat TNGL adalah salah satu Kawasan Pelestarian Alam di Indonesia seluas 1.094.692 Hektar yang secara administrasi pemerintahan terletak di dua Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Provinsi Aceh yang terdeliniasi TNGL meliputi Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, sedangkan Provinsi Sumatera Utara yang terdeliniasi TNGL meliputi Kabupaten Dairi, Karo dan Langkat. Taman nasional ini mengambil nama dari Gunung Leuser yang menjulang tinggi dengan ketinggian 3404 meter di atas permukaan laut di Aceh. Taman nasional ini meliputi ekosistem asli dari pantai sampai pegunungan tinggi yang diliputi oleh hutan lebat khas hujan tropis, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya,pariwisata, dan rekreasi. Taman Nasional Gunung Leuser memiliki 3 (tiga) fungsi yaitu : a. perlindungan sistem penyangga kehidupan; b. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya; c. pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Secara yuridis formal keberadaan Taman Nasional Gunung Leuser untuk pertama kali dituangkan dalam Pengumuman Menteri Pertanian Nomor: 811/Kpts/Um/II/1980 tanggal 6 Maret 1980 tentang peresmian 5 (lima) Taman Nasional di Indonesia, yaitu; TN.Gunung Leuser, TN. Ujung Kulon, TN. Gede Pangrango, TN. Baluran, dan TN. Komodo. Berdasarkan Pengumuman Menteri Pertanian tersebut, ditunjuk luas TN. Gunung Leuser adalah 792.675 ha. Pengumuman Menteri Pertanian tersebut ditindaklanjuti dengan Surat Direktorat Jenderal Kehutanan Nomor: 719/Dj/VII/1/80, tanggal 7 Maret 1980 yang ditujukan kepada Sub Balai KPA Gunung Leuser. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa diberikannya status kewenangan pengelolaan TN. Gunung Leuser kepada Sub Balai KPA Gunung Leuser. Diterimanya Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera ke daftar Situs Warisan Dunia pada tahun 2004, membuat Taman Nasional Gunung Leuser juga masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, bersama dengan Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Sebagai dasar legalitas dalam rangkaian proses pengukuhan kawasan hutan telah dikeluarkan Keputusan Menteri Kehutanan nomor: 276/Kpts-II/1997 tentang Penunjukan TN. Gunung Leuser seluas 1.094.692 hektare yang terletak di Provinsi daerah Istimewa Aceh dan Sumatera Utara. Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa TN. Gunung Leuser terdiri dari gabungan:

1. Suaka Margasatwa Gunung Leuser  : 416.500 hektare
2. Suaka Margasatwa Kluet  : 20.000 hektare
3. Suaka Margasatwa Langkat Barat  : 51.000 hektare
4. Suaka Margasatwa Langkat Selatan  : 82.985 hektare
5. Suaka Margasatwa Sekundur  : 60.600 hektare
6. Suaka Margasatwa Kappi  : 142.800 hektare
7. Taman Wisata Gurah  : 9.200 hektare
8. Hutan Lindung dan Hutan Produksi Terbatas  : 292.707 hektare

Sesuai Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.03/Menhut-II/2007, Saat ini pengelola TNGL adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Ditjen PHKA)Departemen Kehutanan yaitu Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) yang dipimpin oleh Kepala Balai Besar (setingkat eselon II). Salah satu Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) yang terkenal di dalam kawasan TNGL adalah Pusat Pengamatan Orangutan Sumatera – Bukit Lawang di Kawasan Wisata Alam Bukit Lawang – Bohorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Sisi lain, taman nasional ini juga mendapat perhatian karena maraknya kasus penebangan pohon illegal di beberapa lokasi yang menyalahi reservasi lingkungan. Sebagian besar kawasan TNGL memiliki topografi yang curam dan struktur dan tekstur tanah yang rentan terhadap longsor. Hal ini terbukti pada saat banjir bandang yang menghancurkan kawasan wisata alam Bukit Lawang beberapa tahun lalu. Untuk lebih menjaga TNGL dari kerusakan yang lebih parah maka dibentuklah suatu kawasan yang disebut Kawasan Ekosistem Leuser. Kawasan yang memiliki luas 2,6 juta hektar ini meliputi area yang lebih datar di sekeliling TNGL dan berfungsi sebagai penyangga (buffer).

5. Kabupaten Ngada


Kabupaten Ngada adalah sebuah kabupaten di bagian tengah pulau Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibukota kabupaten adalah Bajawa. Luas wilayah 3.037,9 km² dengan jumlah penduduk ± 250.000 jiwa. Kabupaten Ngada memiliki tiga suku besar, yaitu Suku Nagekeo, Suku Bajawa dan Suku Riung. Masing-masing suku ini mempunyai kebudayaan sendiri-sendiri yang masih dipertahankan sampai saat ini, seperti rumah adat, bahasa yang berbeda satu sama lainnya, tarian, pakaian adat dan lain-lain.Bahasa utama di daerah Ngada adalah bahasa Ngada. Dalam kebudayaan Ngada, rumah adat main peranan penting dalam pola kemasyarakatan. Seorang Ngada adalah bagian dari suatu rumah adat, berarti dari satu marga. Daerah Ngada dimasukkan ke dalam World Heritage Tentative List UNESCO tanggal 19 Oktober 1995 dalam kategori Kebudayaan. Kabupaten Ngada termasuk daerah yang paling miskin di Indonesia. Namun daerah ini sangat terkenal di kalangan wisatawan asing yang tertarik dengan kebudayaan. Dua desa yang paling banyak dikunjungi di Ngada adalah Bena dan Wogo, di mana terdapat rumah adat dan peninggalan megalithik. Di kabupaten Ngada juga terdapat Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung. Di situ terdapat antara lain mawar laut, aneka jenis terumbu karang, Pulau Pasir Putih, kelelawar bakau di pulau Ontoloe, Mbou (Kadal Raksasa yang merupakan Binatang Purbakala, masih hidup secara alamiah di habitatnya hingga saat ini). Selain itu adalah permandian air panas alam Mengeruda, Danau Wawomudha yang air kawahnya berwarna merah, Air terjun Ogi, Wae Roa, eko wisata Lekolodo dan Pantai pasir putih Waewaru. Obyek Wisata Budaya yang sangat terkenal ialah Kampung Tradisional Bena, Bela, Gurusina serta Kampung Tua dan Batu Megalith di Wogo. Selain itu banyak sekali terdapat masing banyak lagi. Dengan jumlah penduduk mencapai 250.000 jiwa yang hidup pada umumnya adalah petani. Kabupaten Ngada merupakan salah satu kabupaten di Flores, Nusa Tenggara Timur yang memiliki adat budaya yang sangat unik karena pada kabupaten ini setiap kecamatan memiliki adat yang berbeda-beda antara satu dengan lainya, contohnya dalam hal berbahasa antara kecamatan satu dan lainya mempunyai bahasa yang berbeda-beda. Selain itu Kabupaten Ngada itu sendiri memiliki objek wisata alam dan budaya yang sangat menarik, yaitu Taman Laut Tujuh Belas Pulau di Kecamatan Riung yang dapat menarik bagi wisatawan asing maupun lokal.

6. Taman Nasional Kerinci Seblat


Taman Nasional Kerinci Seblat adalah taman nasional terbesar di Sumatra, Indonesia yang memiliki luas wilayah sebesar 13,750 km² dan membentang ke empat provinsi yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Taman nasional ini terletak pada koordinat antara 100°31’18″E – 102°44’01″E dan 1°07’13″S – 1°26’14″S. Taman nasional ini terdiri dari Pegunungan Bukit Barisan yang memiliki wilayah dataran tertinggi di Sumatra, Gunung Kerinci (3.805 m). Taman nasional ini juga terdiri dari mata air-mata air panas, sungai-sungai beraliran deras, gua-gua, air terjun-air terjun dan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara, Gunung Tujuh. Taman nasional ini juga memiliki beragam flora dan fauna. Sekitar 4.000 spesies tumbuhan tumbuh di wilayah taman nasional termasuk bunga terbesar di dunia Rafflesia arnoldi, dan bunga tertinggi di dunia, Titan Arum. Fauna di wilayah taman nasional terdiri antara lain Harimau Sumatra, Badak Sumatra, Gajah Sumatra, Macan Dahan, Tapir Melayu, Beruang Madu dan sekitar 370 spesies burung. Diterimanya Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera ke daftar Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, membuat Taman Nasional Kerinci Seblat juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Bersama dengan Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

7. Mesjid Agung Demak


Masjid Agung Demak adalah salah satu mesjid tertua yang ada di Indonesia. Masjid ini terletak di desa Kauman, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Masjid ini dipercayai pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam ditanah Jawa yang disebut dengan Walisongo. Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan Demak sekitar abad ke-15 Masehi. Masjid Agung Demak juga telah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO semenjak tahun 1995. Masjid ini mempunyai bangunan-bangunan induk dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut saka guru. Tiang ini konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai saka tatal. Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit. Atap limas Masjid terdiri dari tiga bagian yang menggambarkan ; (1) Iman, (2) Islam, dan (3) Ihsan. Di Masjid ini juga terdapat “Pintu Bledeg”, bertuliskan Condro Sengkolo, yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani, dengan makna tahun 1388 Saka atau 1466 M, atau 887 H. Raden Patah bersama Wali Songo mendirikan Masjid Maha karya abadi yang karismatik ini dengan memberi prasasti bergambar bulus. Ini merupakan Condro Sengkolo Memet, dengan arti Sariro Sunyi Kiblating Gusti yang bermakna tahun 1401 Saka. Gambar bulus terdiri dari kepala yang berarti angka 1 ( satu ), kaki 4 berarti angka 4 ( empat ), badan bulus berarti angka 0 ( nol ), ekor bulus berarti angka 1 ( satu ). Bisa disimpulkan, Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka. Di dalam lokasi kompleks Masjid Agung Demak, terdapat beberapa makam raja-raja Kesultanan Demak dan para abdinya. Di sana juga terdapat sebuah Museum Masjid Agung Demak, yang berisi berbagai hal mengenai riwayat berdirinya Masjid Agung Demak.

8. Sangiran


Sangiran adalah sebuah situs arkeologi di Jawa, Indonesia. Area ini memiliki luas 48 km² dan terletak di Jawa Tengah, 15 kilometer sebelah utara Surakarta di lembah Sungai Bengawan Solo dan terletak di kaki gunung Lawu. Secara administratif Sangiran terletak di kabupaten Sragen dan kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Pada tahun 1996 situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Tahun 1934 antropolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald memulai penelitian di area tersebut. Pada tahun-tahun berikutnya, hasil penggalian menemukan fosil dari nenek moyang manusia pertama, Pithecanthropus erectus (“Manusia Jawa”). Ada sekitar 60 lebih fosil lainnya di antaranya fosil Meganthropus palaeojavanicus telah ditemukan di situs tersebut. Di Museum Sangiran, yang terletak di wilayah ini juga, dipaparkan sejarah manusia purba sejak sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah. Di museum ini terdapat 13.086 koleksi fosil manusia purba dan merupakan situs manusia purba berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat ditemukan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut serta alat-alat batu. Pada awalnya penelitian Sangiran adalah sebuah kubah yang dinamakan Kubah Sangiran. Puncak kubah ini kemudian terbuka melalui proses erosi sehingga membentuk depresi. Pada depresi itulah dapat ditemukan lapisan tanah yang mengandung informasi tentang kehidupan pada masa lampau.

9. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan


Taman Nasional Bukit Barisan Selatan adalah sebuah taman nasional yang ditujukan untuk melindungi hutan hujan tropis pulau Sumatra beserta kekayaan alam hayati yang dimilikinya. UNESCO menjadikan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Warisan Dunia. Bukit Barisan Selatan dinyatakan sebagai Cagar Alam Suaka Margasatwa pada tahun 1935 dan menjadi Taman Nasional pada tahun 1982. Pada awalnya ukuran taman adalah seluas 356.800 hektare . Tetapi luas taman saat ini yang dihitung dengan menggunakan GIS kurang-lebih sebesar 324.000 Ha. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan terletak di ujung wilayah barat daya Sumatera. Tujuhpuluh persen dari taman (249.552 hektare) termasuk dalam administrasi wilayah Lampung Barat dan wilayah Tanggamus, dimana keduanya adalah bagian dari Provinsi Lampung. Bagian lainnya dari taman mencakup 74.822 hektare (23% dari luas taman keseluruhan) dan berada di wilayah Kaur dari provinsi Bengkulu. Sumatera Selatan juga sangat penting bagi tumpang-tindih perbatasan taman dengan perbatasan provinsi. Taman Nasional Bukit Barisan Selatan memiliki beberapa hutan dataran rendah di Sumatera yang terakhir kali dilindungi. Sangat kaya dalam hal keanekaragaman hayati dan merupakan tempat tinggal bagi tiga jenis mamalia besar yang paling terancam di dunia: gajah Sumatera (kurang dari 2000 ekor yang bertahan hidup saat ini), badak Sumatera (populasi global keseluruhan: 300 individu dan semakin berkurang drastis jumlahnya) dan harimau Sumatera (populasi global keseluruhan sekitar 400 individu). Taman Nasional Bukit Barisan Selatan tercakup dalam Global 200 Ecoregions, yaitu peringkat habitat darat, air tawar dan laut di bumi yang paling mencolok dari sudut pandang biologi yang dibuat oleh WWF. Taman ini disorot sebagai daerah prioritas untuk pelestarian badak Sumatera melalui program Asian Rhino and Elephant Action Strategy (AREAS) dari WWF. Selain itu, IUCN, WCS dan WWF telah mengidentifikasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Unit Pelestarian Macan yaitu daerah hutan yang paling penting untuk pelestarian harimau di dunia. Terakhir, pada tahun 2002, UNESCO telah memilih daerah ini untuk diusulkan sebagai World Heritage Cluster Mountainous Area beserta Taman Nasional Gunung Leuser dan Kerinci Seblat. Sayangnya, hilangnya habitat sehubungan dengan konversi hutan menjadi pemukiman, pengolahan dan perkebunan telah menjadi ancaman utama bagi taman dan kelangsungan hidup spesies yang terancam di dalamnya. Pelanggaran terhadap hak atas perkebunan kopi, merica, dan pertanian lainnya secara lambat-laun merambah ke taman dan memberi kontribusi pada hilangnya habitat secara substansial. Pembukaan hutan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan juga mendatangkan ancaman serius lainnya terhadap spesies yakni perburuan liar. Sasaran keseluruhan dari proyek Taman Nasional Bukit Barisan Selatan adalah menjamin stabilitas atau peningkatan populasi badak Sumatra, gajah Sumatra dan harimau Sumatra.

10. Taman Nasional Komodo


Taman Nasional Komodo terletak di antara provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Taman nasional ini terdiri atas tiga pulau besar Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar serta beberapa pulau kecil. Wilayah darat taman nasional ini 603 km² dan wilayah total adalah 1817 km². Pada tahun 1980 taman nasional ini didirikan untuk melindungi komodo dan habitatnya. Di sana terdapat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia, yang terdiri dari 32 spesies mamalia, 128 spesies burung, dan 37 spesies reptilia. Bersama dengan komodo, setidaknya 25 spesies hewan darat dan burung termasuk hewan yang dilindungi, karena jumlahnya yang terbatas atau terbatasnya penyebaran mereka. Selain itu, di kawasan ini terdapat pula terumbu karang. Setidaknya terdapat 253 spesies karang pembentuk terumbu yang ditemukan di sana, dengan sekitar 1.000 spesies ikan. Keindahan terumbu ini menarik minat wisatawan asing untuk berenang atau menyelam di perairan ini. Pulau-pulau ini aslinya adalah pulau vulkanis. Jumlah penduduk di wilayah ini kurang lebih adalah 4.000 jiwa. Pada tahun 1986 taman nasional ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Pada tanggal 11 November 2011, New 7 Wonders telah mengumumkan pemenang sementara, dan Taman Nasional Komodo masuk kedalam jajaran pemenang tersebut bersama dengan, Hutan Amazon, Teluk Halong, Air Terjun Iguazu, Pulau Jeju, Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, dan Table Mountain. Taman Nasional Komodo mendapatkan suara terbanyak.

11. Taman Nasional Lorentz


Taman Nasional Lorentz adalah sebuah taman nasional yang terletak di provinsi Papua, Indonesia. Dengan luas wilayah sebesar 25.000 km² Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Taman ini masih belum dipetakan, dijelajahi dan banyak terdapat tanaman asli, hewan dan budaya. Pada 1999 taman nasional ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Wilayahnya juga terdapat persediaan mineral, dan operasi pertambangan berskala besar juga aktif di sekitar taman nasional ini. Ada juga Proyek Konservasi Taman Nasional Lorentz yang terdiri dari sebuah inisiatif masyarakat untuk konservasi komunal dan ekologi warisan yang berada di sekitar Taman Nasional Loretz ini. Dari tahun 2003 hingga kini, WWF-Indonesia Region Sahul Papua sedang melakukan pemetaan wilayah adat dalam kawasan Taman Nasional Lorentz. Tahun 2003- 2006, WWF telah melakukan pemetaan di Wilayah Taman Nasional Lorentz yang berada di Distrik (Kecamatan) Kurima Kabupaten Yahukimo, dan Tahun 2006-2007 ini pemetaan dilakukan di Distrik Sawaerma Kabupaten Asmat.

12. Taman Nasional Ujung Kulon


Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang. Taman ini mempunyai luas sekitar 1,206 km² (443 km² diantaranya adalah laut), yang dimulai dari tanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia. Taman Nasional ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1992, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas. Sampai saat ini kurang lebih 50 sampai dengan 60 badak hidup di habitat ini. Pada awalnya Ujung Kulon adalah daerah pertanian pada beberapa masa sampai akhirnya hancur lebur dan habis seluruh penduduknya ketika Gunung Krakatau meletus pada tanggal 27 Agustus 1883 yang akhirnya mengubahnya kawasan ini kembali menjadi hutan. Izin untuk masuk ke Taman Nasional ini dapat diperoleh di Kantor Pusat Taman Nasional di Kota Labuan atau Tamanjaya. Penginapan dapat diperoleh di Pulau Handeuleum dan Peucang.

13. Trowulan, Mojokerto


Trowulan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Kecamatan ini terletak di bagian barat Kabupaten Mojokerto, berbatasan dengan wilayah Kabupaten Jombang. Trowulan terletak di jalan nasional yang menghubungkan Surabaya-Solo. Di kecamatan ini terdapat puluhan situs seluas hampir 100 kilometer persegi berupa bangunan, temuan arca, gerabah, dan pemakaman peninggalan Kerajaan Majapahit. Diduga kuat, pusat kerajaan berada di wilayah ini yang ditulis oleh Mpu Prapanca dalam kitab Kakawin Nagarakretagama dan dalam sebuah sumber Cina dari abad ke-15. Trowulan dihancurkan pada tahun 1478 saat Girindrawardhana berhasil mengalahkan Kertabumi, sejak saat itu ibukota Majapahit berpindah ke Daha. Kitab Negarakertagama menyebutkan deskripsi puitis mengenai keraton Majapahit dan lingkungan sekitarnya, tetapi penjelasannya hanya terbatas pada perihal upacara kerajaan dan keagamaan. Detil keterangannya tidak jelas, beberapa ahli arkeologi yang berusaha memetakan ibu kota kerajaan ini muncul dengan hasil yang berbeda-beda. Penelitian dan penggalian di Trowulan pada masa lampau dipusatkan pada peninggalan monumental berupa candi, makam, dan petirtaan (pemandian). Belakangan ini penggalian arkeologi telah menemukan beberapa peninggalan aktivitas industri, perdagangan, dan keagamaan, serta kawasan permukiman dan sistem pasokan air bersih. Semuanya ini merupakan bukti bahwa daerah ini merupakan kawasan permukiman padat pada abad ke-14 dan ke-15. Reruntuhan kota kuno di Trowulan ditemukan pada abad ke-19. Berdasarkan laporan Sir Thomas Stamford Raffles yang menjabat sebagai gubernur Jawa dari 1811 sampai 1816, disebutkan bahwa; ‘terdapat reruntuhan candi…. tersebar bermil-mil jauhnya di kawasan ini’. Saat itu kawasan ini merupakan hutan jati yang lebat sehingga survei dan penelitian yang lebih rinci tidak mungkin dilaksanakan. Meskipun demikian, Raffles yang sangat berminat pada sejarah dan kebudayaan Jawa, terpesona dengan apa yang dilihatnya dan menjuluki Trowulan sebagai ‘Kebanggaan pulau Jawa’. Trowulan telah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2009.

14. Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera


Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera adalah tempat pelestarian bagi Hutan Hujan Tropis di Sumatera dan habitat dari beberapa spesies yang hampir punah seperti, Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, dan Badak Sumatera yang merupakan spesies Badak terkecil dan memiliki dua cula. Luas dari Hutan Hujan Tropis Sumatera seluruhnya adalah 2,5 juta hektar yang terdiri dari 3 Taman Nasional di Sumatera, yaitu Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Tempat ini juga tempat berbagai jenis tumbuhan endemik seperti, kantong semar, bunga terbesar di dunia Rafflesia Arnoldi, dan bunga tertinggi Amorphophallus. Selain memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, hutan hujan tropis Sumatera juga merupakan sumber mata pencarian bagi masyarakat yang tinggal di sana. Beberapa suku tinggal di hutan hujan tropis Sumatera, seperti suku Mentawai dan suku Anak Dalam. Hutan hujan tropis Sumatera harus senantiasa dijaga kelestariannya. Terutama dari ancaman penggundulan hutan, penambahan hutan untuk pertanian dan pembuatan jalan, serta perburuan. Apabila kawasan ini tidak dilindungi, maka keanekaragaman hayati yang hidup di sana terancam punah. Selain itu, hutan hujan tropis Sumatera berperan penting dalam stabilitas suplai air, ekologi, dan ekonomi, serta menekan pengaruh kekeringan dan kebakaran. Untuk itulah melalui sidang ke 28 World Heritage Commitee, yang diselenggarakan di Suzhou RRC pada bulan Juli 2004, Hutan Hujan Tropis Sumatera di terima sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO, karena merupakan kawasan Hutan Lindung dan rumah bagi sekitar 10.000 jenis tanaman , termasuk 17 genus endemis, lebih dari 200 spesies mamalia, dan 580 spesies burung dan 465 berdomisili dan 21 merupakan endemis. Di antara jenis mamalia, 22 adalah orang utan, yang tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia dan 15 hanya terbatas ke wilayah Indonesia, termasuk Sumatra yaitu orang utan Sumatera. Hutan Hujan Tropis Sumatera ini juga memberikan bukti dari evolusi biogeografi pulau. Bagian yang menonjol dari Hutan Hujan Tropis Sumatera terdapat pada Pegunungan Bukit Barisan yang dijuluki sebagai Andesnya Sumatera Perpaduan Danau Gunung Tujuh yang sepektakuler yang merupakan Danau tertinggi di Asia Tenggara keindahan Gunung Kerinci, Gua, dan Air Terjun membuat tempat ini semakin tepat untuk wilayah Konservasi maupun wisata. Setidaknya 92 jenis endemis lokal telah diidentifikasi di Taman Nasional Gunung Leuser. Nominasi ini berisi populasi dari kedua bunga terbesar di dunia Rafflesia arnoldi dan bunga tertinggi Amorphophallus titanium, tempat ini sangat penting bagi konservasi vegetasi pegunungan khusus dari properti tersebut.

[serbadidunia.wordpress.com]

Wednesday, February 8, 2012

Bangunan teraneh dan unik di dunia

 

Memang benar ketika seseorang mengatakan kalau seni itu tak akan pernah mati. selama masih ada kehidupan dan perkembangan di dunia ini, maka akan selalu bermunculan seni-seni baru lagi. mulai dari peradaban bangsa sumeria zaman dahulu hingga kini zaman teknologi manusia modern. seni bisa diaplikasikan dimana saja. ketika manusia purba membuat bermacam-macam barang menggunakan batu, itu seni. ketika orang menari dengan lekuk indahnya, itu seni. ketika orang bernyanyi, pemain sepak bola mengocek lawan, melukis, membatik, memahat, makan, berjalan dan sebagainya itu seni. maka benar seni itu ada dimana saja dan tak akan pernah mati. tapi kali ini kita akan berbicara lebih spesifik lagi, ketika orang-orang membicarakan seni. disini kita akan melihat betapa indahnya seni ketika dipadukan dengan ilmu bangunan atau arcitechture. anda pasti akan terkagum-kagum guys. ada bangunan yang berbentuk keranjang, ada yang berbentuk kontainer, bangunan terbalik dan lain-lain. nah, berikut daftar bangunan teraneh dan terunik di dunia yang dapat saya sajikan :

1. The Crooked house / Gedung bengkok (Sopot, Polandia)



2. The Basket Building / Gedung Keranjang (Ohio, Ameika Serikat)


3. Kansas City Publik Library / Perpustakaan Umum Kota Kansas (Missouri, United States)


4. Dancing Building / Bangunan Menari (Praha, Republik Ceko)


5. Washing Mashine / Gedung Mesin Cuci (Meksiko, Meksiko)


6. Manchester Civil Justice Centre / Pusat Keadilan Sipil Manchester (Manchester, Inggris)


7. Nakagin Capsule Tower / Menara Kapsul Nakagin (Tokyo, Jepang)


8. Shoe House / Rumah Sepatu (Pennsylvania, Amerika Serikat)


9. Container City (London, Inggris)


10. House Attack (Viena, Austria)


11. Luxor Hotel & Casino (Las Vegas, Amerika Serikat)


12. Mammy’s Cupboard (Natchez, MS, Amerika Serikat)


13. Pickle Barrel House (Grand Marais, Michigan, Amerika Serikat)


14. Gherkin Building (London, Inggris)


15. Nord LB building (Hannover, Jerman)


16. Lloyd’s building (London, Inggris)


17. Druzhba Holiday Center Hall (Yalta, Ukraina)


18. Fuji television building / Gedung Fuji TV (Tokyo, Jepang)


19. Robot Building / Gedung Bank Asia atau Bangunan Robot (Bangkok, Thailand)


20. Gedung Piano (An Hui, RRC)

[serbadidunia.wordpress.com]

Tuesday, February 7, 2012

9 Hewan Unik Evolusioner


Dewasa ini habitat para hewani semakin berkurang seiring pembangunan dan pembabatan hutan untuk dijadikan lahan perkebunan, ya! semua ulah manusia. dengan berkurangnya habitat untuk tempat tinggal, semakin susah pula para hewan ini untuk mencari makan dan berkembang biak. disini ada beberapa hewan yang sangat langka keberadaannya dan unik karena mereka hasil dari evolusioner alamiah. berikut daftarnya :

1. Kuda Nil Kerdil


Kuda nil kerdil merupakan hewan soliter yang hidup di antara vegetasi padat di sepanjang sungai dan rawa-rawa dan hutan hujan di Afrika Barat. species ini adalah pemalu, ia menghindari orang, serta kuda nil lainnya. Setiap kuda nil memiliki wilayahnya sendiri. Wilayah laki-laki lebih besar daripada betina, keduanya menandai batas-batas wilayah mereka dengan kotoran mereka. Kuda Nil kerdil Ini menghabiskan sebagian besar hari dengan beristirahat di wilayahnya masing-masing.

2. Attenborough/Landak Moncong Panjang


Hewan ini adalah satu dari tiga spesies dari genus Zaglossus yang terdapat di Papua Nugini. Dinamai demikian untuk menghormati Sir David Attenborough.

3. Unta Bactrian


unta Bactrian ini bisa mencapai tujuh meter tingginya dan berat hingga 1.500 kilogram. Unta Bactrian baik laki-laki dan perempuan memiliki dua gundukan besar di punggung mereka. Unta Bactarian ini terancam punah karena hilangnya habitat hidup mereka.

4. Lumba-lumba Sungai Yang Tze


Lumba-lumba ini juga disebut Baiji. Baiji adalah lumba-lumba air tawar yang hanya ditemukan di Sungai Yangtze di Cina. Sayangnya ia telah mencapai status konservasi hampir punah – mungkin punah. Rekaman fosil menunjukkan bahwa lumba-lumba yang pertama muncul 25 juta tahun lalu dan bermigrasi dari Samudera Pasifik ke Sungai Yangtze 20 juta tahun lalu.

5. Slender Loris


Slender Loris adalah sejenis primata, nokturnal kecil hanya ditemukan di hutan hujan tropis India Selatan dan Sri Lanka. Mereka mampu hidup di hutan basah dan kering, serta hutan dataran rendah dan dataran tinggi. Mereka hidup divegetasi lebat dan berduri dimana mereka dapat dengan mudah menghindari predator dan menemukan berbagai besar serangga yang merupakan makanan pokoknya. Pemerintah India memiliki hukum yang melindungi Loris ini.

6. Antelop


Antelop baru-baru ini menjadi sangat langka, saat pelaporan sensus kurang dari 400 individu. Hanya satu Antelop ada di penangkaran. Nama lain untuk antelop ini adalah “kijang Hirola”.

7. Kelelawar Bumblebee


kelelawar Bumblebee bersaing dengan Etruscan untuk meraih title mamalia terkecil di dunia. Kelelawar ini dinamakan demikian karena ukuran mereka yang hanya sebesar lebah dan memiliki kemampuan untuk melayang-layang seperti burung kolibri. Habitat mereka di gua-gua perbukitan. kelelawar Bumblebee sekarang dianggap sebagai salah satu dari dua belas spesies paling terancam punah di planet ini.

8. Hispaniolan Solenodon


Hispaniolan solenodon juga dikenal sebagai Haiti Solenodon atau Agouta. Solenodon hanya ditemukan di pulau Hispaniola, bersama Haiti dan Republik Dominika. Saat ini, solenodon hanya dapat bertahan hanya dua tempat di Republik Dominika: Jaragua dan Del Este.

9. Long-Eared Jerboa


Long-eared Jerboa adalah binatang pengerat seperti tikus dengan ekor panjang. kaki belakangnya panjang untuk melompat, dan telinga yang sangat besar. Pada tahun 2007 Zoological Society of London yang dikirim seorang peneliti untuk mempelajari hewan ini. Studi ini kembali dengan rekaman video yang telah dicatat sebagai “pertama kalinya” makhluk ini direkam kamera”. Hal ini  membantu untuk memulai sebuah kampanye untuk melindungi mereka.